Analisa Alasan “Cara” Pacaran Anak “Jaman Sekarang”

  1. ini cuma analisa saja, bukan sebuah fakta valid yg saya sajikan 😀
  2. semua hal yg saya tulis berdasarkan apa yang saya lihat dan (mungkin) beberapa saya alami sendiri, dan saya sajikan secara “Subjective”
  3. dikarnakan ini negara demokrasi, maka aturannya adalah bebas selama itu tidak melanggar UU manapun yang ada di indonesia 😀
  4. semua protes terhadap tulisan saya bisa langsung disampaikan ke saya ke nomor 085711660900
  5. have fun ^_^

Analisa Alasan Cara Pacaran Anak Jaman Sekarang

saya tegaskan sekali lagi, semua tulisan yang saya sajikan hanyalah dalam bentuk analisa saja

Cara Pacaran Anak Jaman Sekarang

  • berhubungan intens menggunakan media maya, baik sms, atau media sosial lain
  • bersikap seolah telah saling memiliki satu sama lain
  • memanfaatkan waktu sebanyak mungkin untuk bersama pasangan
  • menempatkan hati sebagai prioritas utama
  • beberapa ada yang melakukan hubungan selayaknya suami istri (diluar nikah)
  • beberapa memiliki orientasi jauh ke arah pernikahan
  • “aku benar dan dia salah” “dia benar dan selain aku dan dia salah”

saya akan ulas analisa diatas

beberapa orang tua sudah mulai khawatir dengan apa yang anak anaknya lakukan diluar pengawasan mereka, baik dari sisi akademik, sisi keuangan, hobi, atau romansa cinta mereka. hal ini sebenarnya bukanlah hal yang berlebihan, terutama soal romansa “Cinta”

ya, cinta adalah hal indah, dan setiap orang pasti akan mengalaminya, ntah pada lawan jenis maupun pada hal lain, namun bukan berarti Cinta tidak memiliki sisi negative. di jaman serba modern ini, pastilah sudah menjadi rahasia umum kalau perjalanan cinta muda mudi sekarang bukan sekedar pernyataan “kita Pacaran”, biasanya, beberapa dr mereka melakukan hal hal layaknya suami istri lakukan, ntah itu berciuman, atau melakukan hal lain yang biasanya budaya kita katakan hanya dilakukan dengan suami/istri

mengapa bisa demikian? mengapa sangat marak terjadinya pergaulan yg sampai kearah sana?

itulah yang biasanya para orangtua khawatirkan dan pertanyakan di kepala mereka, dan mereka biasanya membandingkan dengan apa yang mereka lakukan dahulu 🙂

mari kita bandingkan

jaman dulu, mereka berhubunga (pacaran) biasanya sangat amat jarang berkomunikasi, dikarnakan biaya untuk berkomunikasi jarak jauh via phone atau hal lain masih sangat terbatas dan dengan biaya yang cukup menguras kantong, berbeda dengan sekarang, muda mudi akan sangat mudah mendapatkan akses dr ujung ke ujung dunia sekalipun

lalu apa efeknya? bukannya bagus kalau bisa demikian? kan mempererat tali silaturahmi?

ya, memang bagus, tp coba kita pikir kembali 🙂

ceritanya balik ke masalalu

A mengendarai sepeda motor lalu terjatuh (tahun jadoel)

A berpacaran dengan B

A ingin berbincang dengan B

butuh waktu lama hingga mendapatkan kesempatan berbincang dengan B

dengan keadaan sulit berkomunikasi, A akhirnya menyimpan ceritanya untuk diceritakan saat bertemu dengan B

dan saat pertemuan, A pun bercerita tentang kejadian itu kepada B

itu kalau kejadiannya di jaman doeloe

sekarang coba kita asumsikan ke keadaan di jaman skrg

A jatuh dr motor

A berpacaran dengan B

A langsung menghubungi B lewat jejaring sosial

A memiliki beberapa waktu luang untuk bertemu dengan B

A dan B pun beberapa kali ketemuan

apa bedanya dengan yg versi jadoel? monggo dicermati, yang beda adalah “topik pembicaraan”, yang jaman dulu akan sibuk berbicara pengalaman satu sama lain saat berbicara, dan akan lebih sedikit waktu kosongnya, berbeda dengan yang jaman sekarang, mereka saat bertemu akan diisi dengan bercanda tawa dan beberapa sentuhan lain untuk “ice breaking”, dan kadang, sentuhan inilah yang akan menjadi awal dr nafsu yg kemudian berujunh pada tindakan yang biasanya dilakukan oleh suami istri, ditambah lagi, dengan habisnya pembicaraan via med sos atau sms, maka akan ada perhatian khusus lain, seperti menanyakan makan, mengingatkan beribadah, dan lain sebagainya, yang justru terkadang dibumbui oleh beberapa emote emote yg mengarah ke kegiatan yang biasa dilakukan oleh suami istri, seperti emote “Kiss” atau “Hug”

sementara di jaman Doeloe, muda mudi pasti akan berfikir bbrp kali lebih banyak dr jaman sekarang

logice please…

di sms aja gw dicium gituloooch, mosok di dunia nyata dia kaga mau gw cium :v

yaps, terkadang itulah yang menjadi triger

ditambah dengan pancingan “dia adalah milikku” kata milik disana adalah kepemilikan utuh, yg biasanya disahkan dengan pernikahan, dan dengan pandangan lain “aku benar yang lain salah, ini dunia milik ber2″ saya rasa akan sulit untuk menegur mereka (bagi yang berfikir itu adalah salah”

sekian analisa dari saya, semoga tulisan ini berguna, dan tidak ada lagi yang bertanya “kok pacaran di jaman ini beda dengan di jaman doeloe”

dan terakhir

sebuah footnote dari orang botak plontos 🙂

saya tidak akan menyalahkan 1 perbuatan atau lebih yang dilakukan oleh orang lain, selama itu tidak berkaitan dengan saya, dunia adalah milik bersama, tulisan ini hanyalah analisa tanpa mengatakan, Pacaran mana yang benar, jaman doeloe atau jaman m0d3rn

dan untuk yang ingin memaki tulisan saya 🙂

saya percaya pada 1 kalimat yg pernah saya baca di buku psikologi teman saya

semakin banyak yg kamu ketahui, maka akan semakin banyak orang tak berilmu yang menganggapmu bodoh

sekian ^_^

Iklan

4 thoughts on “Analisa Alasan “Cara” Pacaran Anak “Jaman Sekarang””

  1. Gue suka .Cara nganalisanya jauh ke belakang, bisa di bilang sampe ke akarnya 😀 .tpi menurut ane (ini menurut ane ya 😀 ) , ini cman salah satu penyebab dari beberapa .karena mnrt ane perbedaan pcaran jaman skrng dan jaman itu banyak kalo di ulas .dan 1 lg jujur ane bkan tipe orng kya gitu, ane tipe orng yg kalo ada hal2 menarik ane lebh milih ngmng lngsng drpda saat bertemu kadang garing bgt diem2an bngung apa yg mau di omongin tpi pngen bgt ketemu -__- .1 hal lg ane bilang kaya gitu bkan berarti ane ga kaya gitu 🙂 ,ane jga berpcran gaya anak jaman skrng (karena ane hdup d jaman skrng kali y 😀 ) ,hnya perbedaannya masalah awalnya aja (ane mewakili pembaca yg meng-iyakan tulisan ente hanya saja akar permasalahan awalnya beda) .tpi menurut ane pribadi tulisan ente mewakili sebagian besar pcran jaman skrng, dan kadang ga kepikiran .thx bermanfaat gan (y)

    Suka

    1. mantap jrin, mungkin 1 minggu sekali gw up date 1 permasalahan, karna soal analisa ini panjang, gw masih mau banyak yg mau gw coba tulis, analisa delusi psikologi dan bbrp dr otomotif, makasih sarannya jrin, sangat diterima 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s