Sebuah Percakapan di Restoran Ternama

di pagi hari yang cerah di kota pantai, sebuah kota yang luar biasa indah dan menjadi tujuan turis dari berbagai dunia, Andrew adalah pengusaha sukses, dia memiliki beberapa usaha di beberapa bidang, sudah menjadi rutinitas paginya untuk berkunjung ke sebuah bar milik temannya, Darwin
satu hari datanglah seorang mantan orang kaya yang kemudian bangkrut dikarnakan berjudi, datang ke bar tersebut mengenakan pakaian compang camping, Jaden, itulah nama akrabnya

hari 1 :
pukul 09.00 Jaden masuk ke dalam bar meminta air kepada Darwin
Andrew : lu ngapain disini?
Jaden : maaf, saya cuma mau meminta sedikit belas kasih untuk sarapan
Andrew : ada uang emangnya?
Jaden : maaf, sudah habis semua
Darwin : ah sudah sudah, berisik, nih kopi sama cemilan
Andrew pun pergi ntah kemana

hari 2 :
pukul 08.45
Andrew datang ke bar milik Darwin, memesan apa yang biasa dia pesan, dan terjadi percakapan
Darwin : lu kemaren kemana bro? kok ilang gitu aja? biasanya ampe tengah hari disini
Andrew : ada urusan gw
Darwin : napalu? ga nyaman sama si Jaden?
Andrew : halah urusan amat, lagian siapa yang bisa nyaman dengan penjudi macam dia
pukul 09.00 Jaden kembali datang, dan percakapan kemarin terulang hingga akhirnya Andrew pergi tanpa menghabiskan sarapannya

hari 3 :
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : lu ngapain kemarin? keras amat lu sama di Jaden
Andrew : ah urusan gw, ga seneng gw sama si penjudi
Darwin : kasian dia, dia kemaren cerita sama gw, dia udah taubat, ga mau judi lagi
Andrew : ah alibi, dia ada duit dia judi lagi, lu gatau ape anak laki lako gw ampir ancur gara gara tu orang? dibawa maen judi
Darwin : ga gitu, kemaren dia ada cita cita bagus loh mau bikin usaha mabel
pukul 09.00 Jaden datang dan percakapan 2 hari terakhir terulang hingga Andrew pergi

hari 4 :
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : udah lah gausah keras, dia kan temen kita di SMA juga
Andrew : berisik… urusan gw
Darwin : jangan gitu, dia sekarang kerja serabutan buat cari modal bikin mabel, tiap malem dia kesini untuk tidur, gamungkin dia berjudi
Andrew : ngapain dia kesini malem malem? rumahnya kemane?
Darwin : baru kemarin siang rumahnya di segel pengadilan
pukul 09.00 Jaden datang, dan percakapan 3 hari terakhir terulang hingga Andrew pergi

hari 5
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Andrew : semalem dia Jaden tidur disini lagi?
Darwin : iya
Andrew tidak menjawab, hanya membalikkan kursi dan melihat ke arah laut kuas
jam 09.00 Jaden kembali datang, kali ini tanpa berkata apapun Andrew langsung pergi

begitulah rutinitas dipagi bar tersebut berulang

hari 31
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : sudah sebulan, dengar dengar Jaden sekarang sudah menyewa sebuah rumah kecil di ujung jalan ini
Andrww : oh, paling hanya dijadikan tempat berjudi olehnya dan teman temannya
Darwin : siapa yang tau?
09.00
sama seperti hari kemarin, Andrew langsung pergi saat Jaden datang
pukul 22.00
Darwin melihat Andrew berjalan menuju ujung jalan

hari 32
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, tidak ada percakapan, hanya diam
pukul 09.00 Jaden datang dan Andrew langsung pergi
pukul 22.00 Andrew melintas di depan bar menuju ujung jalan

begitulah rutinitas tersebut berulang

hari 38
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, tidak ada percakapan, hanya diam
pukul 09.00, Jaden datang dan Andrew langsung pergi
percakapan terjadi antara Jaden dan Darwin
Jaden : bisakah saya meminta bantuanmu?
Darwin : ya? apa itu
Jaden : tadi pagi saya mendapati koper ini, isinya uang, dan tertulis “gunakan untuk apapun yang anda inginkan” dan saya merasa tidak berhak, bisakah kamu membantu saya dengan ini? berikan ke panti asuhan atau pusat rehabilitasi, saya harus bekerja, sepertinya tidak ada waktu untuk itu
Darwin : hmmm… saya harus menjaga bar ini, akan saya titipkan pada Andrew besok
Jaden : trinakasih banyak (dengan senyum dan wajah cerah)
pukul 22.00 Andrew kembali melintas di depan bar milik Darwin

hari 39
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : ini, gw minta tolong berikan ke panti asuhan atau pusat rehabilitasi, ini titipan dari Jaden, katanya dia sibuk kerja jadi ga sempat ngasih ini
Andrew : dari mana dia dapat uang sebanyak ini? judi?
Darwin : ntah lah, gw cuma dimintain tolong
Andrew : yasudah, sini gw ambil, sore gw kosong
pukul 09.00
Jaden datang, dan Andrew langsung pergi tanpa berbicara apapun
pukul 22.00, Andrew kembali melintas di depan bar milik Darwin

rutinitas kembali seperti di hari 32

hari 65
terjadi hal serupa dengan hari 38, hanya saja dengan nominal uang yang berjumlah 2x lipat

hari 66
terjadi hal serupa dengan hari 39, hanya saja dengan nominal uang yang berjumlah 2x lipat

hari 100
bukan hari biasa, hari ini Andrew akan pindah dari kota pantai tersebut menuju kota pegunungan, di hari itu, Darwin sebagai sahabatnya menutup toko dan membantu mengemasi barang barang, Jaden yang saat itu singgah ke tempat Darwin tidak mengetahui bahwa bar tutup dan Andrew akan pindah kota

hari 101
pukul 09.00
Jaden datang ke tempat Darwin, percakapanpun terjadi
Jaden : dimana Andrew? oh ya, saya mau menitipkan ini lagi, sepertinya ini milik Andrew, isinya surat berharga kepemilikan atas sebuah usaha mabel miliknya, tapi anehnya juga ada surat yang harus saya tandatangani sebagai tanda saya membeli perusahaan ini, seingat saya, saya tidak pernah membelinya dari Andrew, mohong dititipkan, pasti Andrew cukup kelabakan bila sadar ada asetnya yang hilang, ini perusahaan cukup besar
Darwin : ini….
Jaden : apa ini?
Darwin : baca saja, itu surat dari Andrew

isi surat

apa kabar? kalo lu udah baca surat ini, berarti gw udah merantau lagi, ha ha, Darwin cerita cukup banyak tentang lu, dan bagaimana lu berubah, gw salut, inget dulu lu pernah modalin gw uang dan ngajarin gw cara berbisnis? iya itu pas SMA, lu tau? dari sana gw bisa buka semua usaha gw, ini bayaran kecil dari gw, silahkan di selesaika ke notaris, maaf sikap gw kasar, hanya untuk memastikan lu beneran Jaden sahabat gw yang jujur semasa SMA, atau masih jadi bajingan penjual pelacur dan tukang judi, hampir setiap malem gw lewat depan rumah lu, dan disana cukup jelas hasil jerih payah lu
2 koper sebelumnya juga udah gw kasih ke panti asuhan dan panti rehabilitasi, gw salut
uang yang gw kasih lu pake di jalan yang bagus, dan lebih salut lagi, lu buang kertas itu jadi seolah olah bukan lu yang ngasih duit itu, tapi gw atau si Darwin
jangan terjebak lagi bro, kapam kapan kita touring bareng lagi kayak semasa SMA
sorry kalau bayaran gw sedikit, gw cuma mampu segitu

Jaden menitikkan air mata, lalu berteriak pada Darwin
Jaden : GOBLOK!!! kenapa lu ga kasitau gw hah?!
Darwin : apa maksudnya?
Jaden : lu ga sadar apa temen kita itu skarat? dia sakit jantung, ponakan gw itu dokternya dia, dan dia udah abis duit banyak buat biaya pengobatannya! lu tolol apa gimana ga sadar?!
Darwin hanya terdiam mendengarnya
di hari itu mereka bergegas menuju kota tempat Andrew pindah
perjalanan ditempuh cukup lama, butuh 3 hari menggunakan jalur darat untuk sampai tempat tujuan

sudah 1 minggu mereka disana
anehnya mereka tidak mendapatkan clue apapun, mereka berfikir bahwa Andrew pindah untuk mendirikan usaha baru, atau mencari rumah sakit yang lebih baik, ternyata mereka salah, setelah mendapatkan keterangan dari sepupu Jaden, jelas Andrew tidak meminta rekam medik atau berkas yang berkaitan kesehatannya
mereka hampir putus asa, hingga disore hari yang berawan gelap, mereka mendapati Mathew anak dari Andrew masuk ke dalam sebuah komplek pekuburan
ya, dihari ke 111 akhirnya mereka ber3 reuni kembali, hanya saja 2 dari 3 sahabat SMA itu kini menangis dan memeluk anak dari 1 yang sedang beristirahat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s