Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (FINAL PART!!!)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk “ Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)” dan ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

horeee, akhirnya masuk final part, tadinya mau dibuat 4 part, tapi sepertinya part ke3 lebih banyak kearah komparasi DOHC dan SOHC, jadi saya pisahkan, ditunggu ya untuk bahasannya (akan banyak rumus yg bikin mual, jd disarankan dibaca saat perut kenyang, wkwkwkwk)
dari part 1 dan part 2 saya sudah mengulas beberapa kemungkinan mesin yg akan diusung oleh K56, dan dari kemungkinan tersebut, yg saya pikir mesin milik K15 dan K45 lah yg paling mendekati, dan kalimat mesin baru disana, itu seperti pihak garputala yg mengatakan si King mengusung mesin baru, bukan mesin MX lawas, atau vixion, tapi ternyata? ya bisa dilihat sendiri
pertanyaannya, bila benar menggunakan mesin K15 K45, kira kira, bagaimana performa si sonic ini? sementara diyakini bahwa power on crank tidak akan melibihi performa 2 motor batangan, untuk lebih jelas, mungkin kali ini saya akan bermain api, karna menurut saya, bila K56 mengusung mesin yg mirip dengan CBSF dan CBR, dan dijual di kitiran harga 18-20jt, MAKA INILAH LAWAN YANG AKAN ADA DI KOLAM YANG SAMA dengan Suzuki Satria FU
mari kita COMOT mesin CBSF untuk komparasi

CBSF :
bore x stroke = 63,5mm x 47,2mm
power maximum 17 PS di rpm 10,000
torsi maximum 13,1 Nm di rpm 8,000
SFU :
bore x stroke = 62mm x 48,8mm
power maximum 16 PS di rpm 9,000
torsi maximum 12,4 Nm di rpm 8,500
bore CBSF memiliki ukuran 1,5mm lebih besar dari SFU, dan SFU memiliko stroke lebih panjang 1,6mm, what a close one i think

melihat dari pergumulan di kelas 150cc bebek, kisaran rpm maximum ada di 8,500-9,000
sebenarnya bila dianggap vi piston maximum hanyalah 21m/s maka sonic memiliki limit yg lebih panjang dari SFU
rumusnya :
n = vt/2D10^-3
limit satria Fu ada di rpm 12,909
limit sonic ada di rpm 13,347
bedanya tidak terlalu, berkisar 438 rpm

mari kembalikan ke asumsi awal, bahwa sonic performanya tidak akan diatas CBSF apalagi CBR
sonic memiliki potensi rpm yg lebih tinggi dari satria FU sekitar 438 rpm
ada 2 kemungkinan disini
1. bila AHM ingin benar benar membunuh SFU dr suzuki, mungkin peak power sonic akan dilepas di kitiran RPM 9,500, power sonic mungkin akan lebih besar antara 0,4-0,5 HP dr satria FU, tapi bila benar demikian, MUNGKINKAH nilai penjualan CBSF akan terganggu karna hal tersebut? dari garputala, penurunan power terbilang cukup jauh (memang berbeda sudut juga sih mesinnya, NVA, NVL, dan R15 lebih tegak dari MX) power turun HAMPIR 1,2 PS
jadi untuk kemungkinan ini, saya agak meragukan, walawpun saya sih seneng kalau sonic beneran 16,5 HP on crank (bisa bisa jadi bakal calon juara IRS terus terusan ini)
2. dari pembahasan di kemungkinan 1 tadi, dan ada kemungkinan (besar) juga berbedanya sudut gerak mesin antara sonic dan CBSF, mungkin peak power ada di rpm sekitar 9,200 dan memuntahkan tenaga sekitar 16,1-16,2 PS
untuk konsumsi bensin, sepertinya sonic akan tetap lebih unggul meskipun memiliki stroke yg lebih pendek, karna dari gossipnya kan injection, memang harus di akui, bahwa injection akan lebih mudah mencapai pembakaran yg sempurna dengan sensor sensor yg njelimet
so?
power lebih besar
motor lebih irit
kayaknya sonic benar benar ancaman untuk Satria FU (maaf ya om bond, analisa saya malah lebih mengarah AHM gigit suzuki, bukan garputala, he he)
dan untuk torsi maximum, mungkin hampir sama dengan satria FU
ya setelah dipikir, memang sepertinya sudah saatnya suzuki memikirkan masa depan si SFU, sudah dari tahun 2005-2015, dari masa CBU hingga CKD, saya tidak melihat perubahan besar

sekian ulasan dari saya. bukan untuk menghujani kritik pada suzuki, saya sendiri salah satu orang yg senang dengan suzuki, karna berani membuat gebrakan segar di tahun 2005 dengan menurunkan ayago bermesin DOHC 150cc, saya rasa kalau suzuki ingin melakukan gebrakan lagi, inilah waktu yang tepat

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

WARNING!!!
DALAM ARTIKEL INI MENGANDUNG KRITIK YANG SANGAT TAJAM KARNA AUTHOR SEDANG DILANDA KELABILAN DAN PERASAAN YANG CUKUP TIDAK MENGENAKAN, KARNA BARU BALIK SAHUR DAN DISEREMPET ALAYERS J@NCUK!!!!!

Melanjutkan artikel yg sebelumnya, pasti sadar dengan tulisan di awal “1. sebenarnya bla bla bla bla” tapi sampai akhir tak kunjung juga menemui “2. bla bla bla bla bla” yaps
memang artikel sebelum ini hanya dibuat sampai sana, takutnya panjang, karna pembahasan tentang isu jika diperinci akan sangat banyak, jadi saya buat berbuku buku

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)”

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

2. Bila memang pengembangan mesin baru menggunakan mesin Verza 150 membutuhkan dana yang JAUH lebih besar, sementara kita tau setiap APM biasanya mencari dana yg sedikit untuk memperoleh keuntungan sebesar besarnya, jadi langkah apa yg kira kira lebih irit yg akan ditempuh AHM tapi tetap bisa merealisasikan 250 2 silinder?
saya yakin pembaca yang budiman pasti ingat bahwa CS 1 sendiri sempat digadang gadang menggendong mesin turunan dari “Sonic”, dan pastinya pernah mendengar bahwa K56 adalah “CS 1 REBORN”, TBH, saya menyayangkat discontinuenya si “Domba Garut” padahal dari spesifikasi mesin dan bentuknya yg cukup unik, saya cukup tertarik, sayangnya memang harganya yg agak mahal untuk kelas 125cc di jamannya, nambah sitik wes dapet SFU, kira kira begitulah
masih ingatkah dengan spesofikasi si domba garut?
ini spesifikasinya bagi yg tidak ingat 🙂

image

jadi apa hubungannya dengan si calon pendatang baru di kelas “Bebek Super”??
kan katanya K56 berkapasitas 150cc, si domba garut kan cuma 125??
monggo bandingkan dengan spesifikasi CB150RSF ini 🙂

image

BINGGO!!! hampir mirip yah ternyata, yaps….
kalau di garputala seperti maxi dan vixi, memiliki kesamaan pada diameter crankshaft, bedanya kalau maxi vixi sudah sama sama menggunakan 4 valves, sementara untuk cesy hanya 2 valves dan si cebong 4 valves, dengan kata lain, bila si sayap ingin mengembangkan versi 150cc motor bebek, mungkin ini akan lebih membantu, perbedaannya juga tidak terlalu jauh, si sayap hanya tinggal menurunkan spesifikasi dari K15 dan K56, mungkin konsepnya sama seperti garputala yg mengatakan, si king MESIN BARU, ehhh pas brojol ternyata seperti down spec dari NVL, tapi ya ga down spek amat sih, buktinya malah part dr king dipasang di NVA, nah menurut saya, yg terjadi ini serupa, kalimat dr pihak AHM mengatakan MESIN BARU
tapi jika benar itu menggunakan mesin baru, saya yakin kedepannya malah makin repot karna riset akan lebih dalam bila dibandingkan dengan menggunakan mesin yg cetak birunya serupa tapi tak sama dan sudah digunakan untuk mengisi 2 line up AHM sekaligus, dan dari strategi ini, AHM juga akan mendapatkan banyak keuntungan untuk mesin 250 2 silinder, LOH KOK?!!
nah maka dari itu diatas saya jabarkan sedikit tentang si domba garut, 125 x 2 = 250cc, ya to? ditambah lagi pengembangannya bisa memangkas banyak biaya riset bila memang yg dirubah adalah SOHC to DOHC, see? akan sangat menguntungkan untuk si sayap dibanding meriset mesin baru atau menggunakan mesin verza 150 sebagai basisnya, tapi memang merubah SOHC ke DOHC tidaklah gampang, karna artinya akan merubah sudut antara klep in dan klep out dan lainnya (pembahasan DOHC dan SOHC inshaallah akan saya tuliskan di artikel lainnha, dan ga ketinggalan, pastinya tetap dengan rumus rumus fisika yg njelimet, saya akan tetap berusaha menjaga objectivitas saya)
jadi konklusi dari pertanyaan ke2 dari isu tersebut adalah “MUNGKIN yg dimaksud mesin baru hanyalah bagian bagian penyokong, bukan bentuk mesin, seperti merubah camshaft, atau merubah titik pengapian, atau bisa juga ukuran klep, dan lain sebagainya, karna yg saya duga, sonic 150 performanya tidak akan diatas CB150 atau versi berfairingnya, selain itu, bila melanjutkan riset mesin ini, AHM juga memangkas cost dalam biaya riset untuk 250cc 2 silinder, karna dari spesifikasi CS1 memiliki potensi yg baik bila memang ingin dibuat 2 silinder (sebenarnya saya bosan dengan 2 silinder 250cc dengan stroke pendek, tapi yasudahlah, itukan hanya harapan saya, wkwkwkwk). Bukan berarti tidak mungkin bahwa sonic 150 menggunakan mesin verza 150, tapi dari hal hal lainnya, sepertinya akan lebih besar kemungkinanannya bila menggunakan mesin K15 dan K45, masalah konsumsi bahan bakar irit atau boros, yaaa memang, bentuk mesin tidaklah bohong, tapi mau gimana? sedikit kritikan, inilah indonesia, dimana masyarakatnnya lebih percaya dengan CLAIM dari pada dengan spesifikasi yg sebenarnya bisa dibuktikan dengan pendekatan fisika, yg biasanya hasilnya tidak terlalu jauh dengan hasil real
oh ya, kritikan sedikit, bukan hanya untuk AHM, tp untuk semua ATPM, ada baiknya CLAIM CLAIM berlebihan tidak banyak dilontarkan, karna menurut saya, itulah salah satu faktor yg menyebabkan orang orang menjadi fanatik buta dan banyak yg menjadi “SOK RAJA” di jalan umum, apalagi dengan “Tag Line” demikian, saya bukan fans salah satu pabrikan, tapi hal hal seperti itu membuat saya jengkel
btw ada yg mau pinjem screen shot dari HP saya?
174 kpj via ulysse dan 173 kpj via android speedometer looh (di diablo malah 213), kan mayan buat bahan claim, tapi kalau mau pake bayar ke saya ya, buat beli motor, maklum motor saya baru kemaren ilang (curcol)

image

image

tanggunglah kalau claim cuma 151 kpj, tanggung juga kalau tag line cuma “Ini Jalan Penguasa”
wkwkwkwkwkwk

catatan kecil : kalau mau ngebut setidaknya pas jalan kosong ya, yg lebar luas, jangan mentang mentang make motor badai di gang kecil pada seruntulan, terpengaruh Tag Line atau Claim top speed kah?

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun sebenarnya saya lebih berharap AHM merealisasikan dengan mesin verza 150, tp ya kecil kemungkinannya

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

ada banyak artikel yg membahas K56 A.K.A sonic 150, ada yg menyebutnya “CS1 reborn”, mulai dari spy shot dr si ayago bersayap, hingga mesin apa yg akan digantungkan pada rangka motor
disini saya hanya mencoba memberikan sudut pandang lain terhadap salah satu spekulasi
“Mesin apakah yang akan digendong? akankah 2 silinder? akankah turunan dari K15 dan K45? atau seperti yg dibahas oleh James Bond?”

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel yg dibuat oleh blogger yg lebih berpengalaman dari saya, alah satunya seperti yg sudah disematkan pada link diatas

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

1. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kata “ini mesin baru, bukan turunan dari K45 dan K15”?
menurut beberapa artikel, yg dimaksud adalah mesin 150cc 2 SILINDER
2 silinder? but the questions ARE….
mau berapa harga motornya (karna pasti biaya produksi lebih mahal dan sparepart juga akan mahal)
mau seloyo apa torsi(tau)nya?
loh kok loyo? ada penjelasannya kok ga asal claim
berkaca dari yg sudah sudah, bila kubikasi sama, maka stroke motor tersebut biasanya lebih pendek bila jumlah silinder lebih banyak, contoh Ninja 250
maka bisa diasumsikan r crankshaft bila K56 2 silinder m2a2r2 (karna sudut teta sama maka diabaikan), dari persamaan diatas maka jelas tau 1 lebih kecil dari tau 2
jadi bukan asal jeplak kalau torsinya akan mengecil di tiap RPM (kecuali motornya mau dibikin menjerit)
dengan kubikasi 150cc torsi kecil, apakah yakin motor tersebut akan sesuai dengan medan di indonesia? jalan kota perlu stop and go, jalan luar kota pun tidak semuanya dalam kondisi datar, jadi saya rasa kalau stroke si K56 ini terlalu pendek, mungkin dalam segi pasar akan loyo, tolonglah “Sayap” saya sudah mulai bosan mendengar jeritan motor dengan knalpot sangar yg berisik lalu lalang, ditambah dengan kubikasinya yg kecil, maka suara tersebut akan lewat di telinga saya lebih lama dengan intensitas yg lebih besar, saya juga butuh tidur (curcol)
menurut blogger ternama, ada kemungkinan motor tersebut menggendong mesin verza 150, karna dengan demikian akan mengejar torsi si King dari garputala (maaf kali ini untuk power saya kurang setuju, karna power Verza on crank sekalipun tidak sampai 14 HP)
apakah mungkin menggendong mesin verza?
ini spesifikasinya Verza 150

image

bore x stroke : 57,3 x 57,8
dari spesifikasi tersebut, jelas memiliki stroke yg panjang, hanya kalah 0,9mm dari Kingnya garputala, dari data diatas memang cukup mumpuni untuk mengejar torsi dari si King garputala (spesifikasi ada di artikel saya sebelum ini), tp mungkin tidak untuk melewatinya bila torsi maximum di set sama seperti king garputala
menurut saya “Mungkin”, jika benar akan dibubuhi 4 valve yg artinya pengoptimalan ruang udara yg sudah bercampur bensin yg masuk kedalam ruang bakar, maka sonic 150 bisa menaklukan King si garputala di jalan umum, LOH KOK? bila torsi per rpm tidak terpaut terlalu jauh dan dengan body ayagonya yg ringan (diasumsikan lebih ringan dr king garputala) wahhh, ntahlah, itu motor mungkin dijalan umum bisa seperti belalang semba yg sentak sedikit ngangkat
tapi kalau demikian, maka asumsi 2 silinder yg dimaksud untuk kepentingan honda riset 250cc 2 silinder akan terpatahkan dengan sendirinya, LOH KOK??
IMHO, bila yg digondol adalah mesin verza, maka honda perlu riset kembali untuk mesin 250 cc 2 silinder, karna setau saya belum ada motor honda yg menggunakan stroke 57,8mm untuk mesin 125cc (CMIIW), memang akan luar biasa torsinya (untuk kelas 150cc saya ragu bisa melebihi king garputala bila torsi maximum di dapat di rpm yg sama atau lebih rendah)dikelas 250cc 2 silinder, tapi ya apa ga kepanjangan strokenya? jadi untuk apa 2 silinder? lagipula sepertinya akan timpang, pistonnya mau sekecil apa?
hitung hitungan ringan
V = pi x r^2 x stroke
125mm^3 x 10^3 = pi x r^2 x 58,7mm
maka r = akar dari 125mm^3 x 10^3 / ( pi x 58,7)
r = 26mm
maka diameter piston sekitar 52-53mm (mesinnya mungkin akan terlihat lebih slim dan tinggi dibandingkan R25 dan N250FI)
kecil ya, bahkan MX 135 pun memiliki diameter piston 54mm, artinya lebih kecil sekitar 1-2mm
not really a square engine, tetep terlihat seperti overstroke engine
ya monggo itu urusan si sayap, mungkin kalau si sayap mau menggelontorkan dana yg agak besar, baik pasar 150 maupun 250 akan semakin menarik (pastinya saya akan menjadi salah satu orang terdepan untuk melihat terobosan si sayap bila 250cc 2 silindernya benar benar memiliki spek 2x53x58,7
karna perkiraan saya mesin tersebut bisa jadi lebih irit dari CBR 250 1 silinder yg sekarang, walawpun kayaknya powernya ga di atas si cibier 250)

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun masih ada keragu raguan apakah benar K56 adalah up grade version dari Verza 150

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya