Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

ada banyak artikel yg membahas K56 A.K.A sonic 150, ada yg menyebutnya “CS1 reborn”, mulai dari spy shot dr si ayago bersayap, hingga mesin apa yg akan digantungkan pada rangka motor
disini saya hanya mencoba memberikan sudut pandang lain terhadap salah satu spekulasi
“Mesin apakah yang akan digendong? akankah 2 silinder? akankah turunan dari K15 dan K45? atau seperti yg dibahas oleh James Bond?”

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel yg dibuat oleh blogger yg lebih berpengalaman dari saya, alah satunya seperti yg sudah disematkan pada link diatas

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

1. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kata “ini mesin baru, bukan turunan dari K45 dan K15”?
menurut beberapa artikel, yg dimaksud adalah mesin 150cc 2 SILINDER
2 silinder? but the questions ARE….
mau berapa harga motornya (karna pasti biaya produksi lebih mahal dan sparepart juga akan mahal)
mau seloyo apa torsi(tau)nya?
loh kok loyo? ada penjelasannya kok ga asal claim
berkaca dari yg sudah sudah, bila kubikasi sama, maka stroke motor tersebut biasanya lebih pendek bila jumlah silinder lebih banyak, contoh Ninja 250
maka bisa diasumsikan r crankshaft bila K56 2 silinder m2a2r2 (karna sudut teta sama maka diabaikan), dari persamaan diatas maka jelas tau 1 lebih kecil dari tau 2
jadi bukan asal jeplak kalau torsinya akan mengecil di tiap RPM (kecuali motornya mau dibikin menjerit)
dengan kubikasi 150cc torsi kecil, apakah yakin motor tersebut akan sesuai dengan medan di indonesia? jalan kota perlu stop and go, jalan luar kota pun tidak semuanya dalam kondisi datar, jadi saya rasa kalau stroke si K56 ini terlalu pendek, mungkin dalam segi pasar akan loyo, tolonglah “Sayap” saya sudah mulai bosan mendengar jeritan motor dengan knalpot sangar yg berisik lalu lalang, ditambah dengan kubikasinya yg kecil, maka suara tersebut akan lewat di telinga saya lebih lama dengan intensitas yg lebih besar, saya juga butuh tidur (curcol)
menurut blogger ternama, ada kemungkinan motor tersebut menggendong mesin verza 150, karna dengan demikian akan mengejar torsi si King dari garputala (maaf kali ini untuk power saya kurang setuju, karna power Verza on crank sekalipun tidak sampai 14 HP)
apakah mungkin menggendong mesin verza?
ini spesifikasinya Verza 150

image

bore x stroke : 57,3 x 57,8
dari spesifikasi tersebut, jelas memiliki stroke yg panjang, hanya kalah 0,9mm dari Kingnya garputala, dari data diatas memang cukup mumpuni untuk mengejar torsi dari si King garputala (spesifikasi ada di artikel saya sebelum ini), tp mungkin tidak untuk melewatinya bila torsi maximum di set sama seperti king garputala
menurut saya “Mungkin”, jika benar akan dibubuhi 4 valve yg artinya pengoptimalan ruang udara yg sudah bercampur bensin yg masuk kedalam ruang bakar, maka sonic 150 bisa menaklukan King si garputala di jalan umum, LOH KOK? bila torsi per rpm tidak terpaut terlalu jauh dan dengan body ayagonya yg ringan (diasumsikan lebih ringan dr king garputala) wahhh, ntahlah, itu motor mungkin dijalan umum bisa seperti belalang semba yg sentak sedikit ngangkat
tapi kalau demikian, maka asumsi 2 silinder yg dimaksud untuk kepentingan honda riset 250cc 2 silinder akan terpatahkan dengan sendirinya, LOH KOK??
IMHO, bila yg digondol adalah mesin verza, maka honda perlu riset kembali untuk mesin 250 cc 2 silinder, karna setau saya belum ada motor honda yg menggunakan stroke 57,8mm untuk mesin 125cc (CMIIW), memang akan luar biasa torsinya (untuk kelas 150cc saya ragu bisa melebihi king garputala bila torsi maximum di dapat di rpm yg sama atau lebih rendah)dikelas 250cc 2 silinder, tapi ya apa ga kepanjangan strokenya? jadi untuk apa 2 silinder? lagipula sepertinya akan timpang, pistonnya mau sekecil apa?
hitung hitungan ringan
V = pi x r^2 x stroke
125mm^3 x 10^3 = pi x r^2 x 58,7mm
maka r = akar dari 125mm^3 x 10^3 / ( pi x 58,7)
r = 26mm
maka diameter piston sekitar 52-53mm (mesinnya mungkin akan terlihat lebih slim dan tinggi dibandingkan R25 dan N250FI)
kecil ya, bahkan MX 135 pun memiliki diameter piston 54mm, artinya lebih kecil sekitar 1-2mm
not really a square engine, tetep terlihat seperti overstroke engine
ya monggo itu urusan si sayap, mungkin kalau si sayap mau menggelontorkan dana yg agak besar, baik pasar 150 maupun 250 akan semakin menarik (pastinya saya akan menjadi salah satu orang terdepan untuk melihat terobosan si sayap bila 250cc 2 silindernya benar benar memiliki spek 2x53x58,7
karna perkiraan saya mesin tersebut bisa jadi lebih irit dari CBR 250 1 silinder yg sekarang, walawpun kayaknya powernya ga di atas si cibier 250)

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun masih ada keragu raguan apakah benar K56 adalah up grade version dari Verza 150

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s