Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

WARNING!!!
DALAM ARTIKEL INI MENGANDUNG KRITIK YANG SANGAT TAJAM KARNA AUTHOR SEDANG DILANDA KELABILAN DAN PERASAAN YANG CUKUP TIDAK MENGENAKAN, KARNA BARU BALIK SAHUR DAN DISEREMPET ALAYERS J@NCUK!!!!!

Melanjutkan artikel yg sebelumnya, pasti sadar dengan tulisan di awal “1. sebenarnya bla bla bla bla” tapi sampai akhir tak kunjung juga menemui “2. bla bla bla bla bla” yaps
memang artikel sebelum ini hanya dibuat sampai sana, takutnya panjang, karna pembahasan tentang isu jika diperinci akan sangat banyak, jadi saya buat berbuku buku

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)”

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

2. Bila memang pengembangan mesin baru menggunakan mesin Verza 150 membutuhkan dana yang JAUH lebih besar, sementara kita tau setiap APM biasanya mencari dana yg sedikit untuk memperoleh keuntungan sebesar besarnya, jadi langkah apa yg kira kira lebih irit yg akan ditempuh AHM tapi tetap bisa merealisasikan 250 2 silinder?
saya yakin pembaca yang budiman pasti ingat bahwa CS 1 sendiri sempat digadang gadang menggendong mesin turunan dari “Sonic”, dan pastinya pernah mendengar bahwa K56 adalah “CS 1 REBORN”, TBH, saya menyayangkat discontinuenya si “Domba Garut” padahal dari spesifikasi mesin dan bentuknya yg cukup unik, saya cukup tertarik, sayangnya memang harganya yg agak mahal untuk kelas 125cc di jamannya, nambah sitik wes dapet SFU, kira kira begitulah
masih ingatkah dengan spesofikasi si domba garut?
ini spesifikasinya bagi yg tidak ingat 🙂

image

jadi apa hubungannya dengan si calon pendatang baru di kelas “Bebek Super”??
kan katanya K56 berkapasitas 150cc, si domba garut kan cuma 125??
monggo bandingkan dengan spesifikasi CB150RSF ini 🙂

image

BINGGO!!! hampir mirip yah ternyata, yaps….
kalau di garputala seperti maxi dan vixi, memiliki kesamaan pada diameter crankshaft, bedanya kalau maxi vixi sudah sama sama menggunakan 4 valves, sementara untuk cesy hanya 2 valves dan si cebong 4 valves, dengan kata lain, bila si sayap ingin mengembangkan versi 150cc motor bebek, mungkin ini akan lebih membantu, perbedaannya juga tidak terlalu jauh, si sayap hanya tinggal menurunkan spesifikasi dari K15 dan K56, mungkin konsepnya sama seperti garputala yg mengatakan, si king MESIN BARU, ehhh pas brojol ternyata seperti down spec dari NVL, tapi ya ga down spek amat sih, buktinya malah part dr king dipasang di NVA, nah menurut saya, yg terjadi ini serupa, kalimat dr pihak AHM mengatakan MESIN BARU
tapi jika benar itu menggunakan mesin baru, saya yakin kedepannya malah makin repot karna riset akan lebih dalam bila dibandingkan dengan menggunakan mesin yg cetak birunya serupa tapi tak sama dan sudah digunakan untuk mengisi 2 line up AHM sekaligus, dan dari strategi ini, AHM juga akan mendapatkan banyak keuntungan untuk mesin 250 2 silinder, LOH KOK?!!
nah maka dari itu diatas saya jabarkan sedikit tentang si domba garut, 125 x 2 = 250cc, ya to? ditambah lagi pengembangannya bisa memangkas banyak biaya riset bila memang yg dirubah adalah SOHC to DOHC, see? akan sangat menguntungkan untuk si sayap dibanding meriset mesin baru atau menggunakan mesin verza 150 sebagai basisnya, tapi memang merubah SOHC ke DOHC tidaklah gampang, karna artinya akan merubah sudut antara klep in dan klep out dan lainnya (pembahasan DOHC dan SOHC inshaallah akan saya tuliskan di artikel lainnha, dan ga ketinggalan, pastinya tetap dengan rumus rumus fisika yg njelimet, saya akan tetap berusaha menjaga objectivitas saya)
jadi konklusi dari pertanyaan ke2 dari isu tersebut adalah “MUNGKIN yg dimaksud mesin baru hanyalah bagian bagian penyokong, bukan bentuk mesin, seperti merubah camshaft, atau merubah titik pengapian, atau bisa juga ukuran klep, dan lain sebagainya, karna yg saya duga, sonic 150 performanya tidak akan diatas CB150 atau versi berfairingnya, selain itu, bila melanjutkan riset mesin ini, AHM juga memangkas cost dalam biaya riset untuk 250cc 2 silinder, karna dari spesifikasi CS1 memiliki potensi yg baik bila memang ingin dibuat 2 silinder (sebenarnya saya bosan dengan 2 silinder 250cc dengan stroke pendek, tapi yasudahlah, itukan hanya harapan saya, wkwkwkwk). Bukan berarti tidak mungkin bahwa sonic 150 menggunakan mesin verza 150, tapi dari hal hal lainnya, sepertinya akan lebih besar kemungkinanannya bila menggunakan mesin K15 dan K45, masalah konsumsi bahan bakar irit atau boros, yaaa memang, bentuk mesin tidaklah bohong, tapi mau gimana? sedikit kritikan, inilah indonesia, dimana masyarakatnnya lebih percaya dengan CLAIM dari pada dengan spesifikasi yg sebenarnya bisa dibuktikan dengan pendekatan fisika, yg biasanya hasilnya tidak terlalu jauh dengan hasil real
oh ya, kritikan sedikit, bukan hanya untuk AHM, tp untuk semua ATPM, ada baiknya CLAIM CLAIM berlebihan tidak banyak dilontarkan, karna menurut saya, itulah salah satu faktor yg menyebabkan orang orang menjadi fanatik buta dan banyak yg menjadi “SOK RAJA” di jalan umum, apalagi dengan “Tag Line” demikian, saya bukan fans salah satu pabrikan, tapi hal hal seperti itu membuat saya jengkel
btw ada yg mau pinjem screen shot dari HP saya?
174 kpj via ulysse dan 173 kpj via android speedometer looh (di diablo malah 213), kan mayan buat bahan claim, tapi kalau mau pake bayar ke saya ya, buat beli motor, maklum motor saya baru kemaren ilang (curcol)

image

image

tanggunglah kalau claim cuma 151 kpj, tanggung juga kalau tag line cuma “Ini Jalan Penguasa”
wkwkwkwkwkwk

catatan kecil : kalau mau ngebut setidaknya pas jalan kosong ya, yg lebar luas, jangan mentang mentang make motor badai di gang kecil pada seruntulan, terpengaruh Tag Line atau Claim top speed kah?

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun sebenarnya saya lebih berharap AHM merealisasikan dengan mesin verza 150, tp ya kecil kemungkinannya

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s