Isu Seputar K15G (Honda CB 150R SF Major Change)

Juli-Agustus 2015 memang akan terjadi banyak hal di dunia otomotif indonesia, sebagai contih 31 Juli kemarin resmi di stopnya produksi KR150 & KR 150 (baca disini : Selamat Tinggal Ninja 2 Tak)
tgl 4 kemarin menurut kabar dari sales honda di daerah cimahi, K15G sudah mulai didistrubiskan, bahkan di salah satu dealer besar kota bandung sudah dipajang sebagai display, sayangnya saya belum sempat kesana, jadi belum sempat berselfie ria
kali ini saya tidak akan terlalu menyimpang pembahasannya dengan blogger lain, yg akan saya bahas adalah sektor mesin (sektor PANAS)
apa sih yg membuatnya menarik?
langsung saja 🙂
ini spesifikasi yg lama (data diambil dari website resmi AHM)

image

ini spesifikasi mesin lawasnya
untuk spesifikasi demikian, maka para rider yg ingin meminang motor ini pasti berfikir 2x, karna pada kelas yang sama, kawasaki yg bergandengan dengan bajaj mengeluarkan produk dengan spesifikasi lebih unggul tapi harga lebih murah, yaitu Pulsar 200 NS (BR 200), bahkan fitur yg ada di Nisa 200 menurut saya lebih unggul dibanding Cibi 150, tapi memang untuk yg lebih senang riding agresif sebaiknya memilih Cibi yg lebih siap meliak liuk

image

sedikit perbandingin dengan NS 200
CB v NS
power :
12,5 KW v 17 KW
Torsi :
13,1 Nm v 18,3 Nm
bore :
63,5 mm v 72 mm
stroke :
47,2 mm v 49 mm

sangat jelas dalam perbandingan dari sektor manapun CBSF kalah TELAK dalam kelas 22-25jt stroke pendek

so? menurut saya keputusan honda merubah mesin dan lebih mepet ke sisi garputala adalah keputusan yg paling bijak

bocoran spesifikasi K15G
bore x stroke
57,3 x 57,8 (dalam milimeter)
displacement = 149,04 cc
piston speed 21m/s pada rpm = 10,899
spek ini lebih mendekari ke NVA
bore x stroke
57 x 58,7 (dalam milimeter)
displacement = 149,79 cc
piston speed 21m/s pada rpm =  10,732
power 16,36 HP (8,500)
torsi 14,5 Nm (7,500)
dengan spesifikasi demikian dan melihat dari kebiasaan H dan Y yg sering menaruh peak power pada rpm mendekati limit
saya prediksi power K15G masih lebih tinggi sedikit, di estimasikan peak power di range rpm yg hampir sama, maka power maximum akan didapat sekitar 16,49 HP, dan torsi bila pada range rpm yg sama maka torsi sekitar 14,3 Nm

dengan spek ini, SANGAT reasonable bila AHM memasukan velg dan ban gambot pada K15G, pada spek lama torsi motor ini hanya 13,1 Nm pada rpm yg lebih tinggi
dengan torsi yg lebih besar dan rpm yg lebih kecil, maka K15G akan semakin mendekat pada kompetitor dari Y, dan menjaga jarak aman dengan NS 200
prediksi saya ban depan pada motor ini akan menggunakan ukuran 90/80 dan ban belakang akan dijejali 120/70
dengan rangka teralisnya, saya yakin, K15G akan tetap lebih gesit dari NVA
ya kita tunggu saja

bagi warga bandung display sudah ada di dealer honda pusat di bandung, lupa dealer mana, wkwkwkwk

semoga bermanfaat..

Selamat Tinggal KR150 & KR150 (Ninja 150 2 Stroke)

Back again…. sebelumnya memang saya sudah mengatakan ingin mengupas soal DOHC dan SOHC, tapi berhubung waktu tidak memungkinkan, akhirnya baru kali ini bisa kembali, dan berhubung saya seorang rider KR150, jadi saya rasa memberi triubute untuk motor saya yg hilang dari tangan saya dan produksi KMI akan saya utamakan (curcol sedikit…)

Berbeda dengan blogger lain yg memuat artikel sejarah atau kedigdayaan motor ini, saya mengambil jalur lain dengan analisa teknis maupun hasil review saya sendiri
kira kira apa sih yg membuat motor ini istimewa, bahkan KMI sampai membuat seremoni kecil kecilan melepas motor ini? sepertinya saat discontinue ZX 130 maupun Kaze ga ada hal seperti ini?

image

to be honest, saya sebagai ridernyapun ikut merasa sedih, saya sempat megang keluaran terakhir, bagi saya sepertinya secara performa dan fitur, motor ini masih termasuk “Over Priced” secara overal, loh kok sampe segininya?
mari kita telisik spesifikasi lengkap dari motor ini, saya ambil langsung dari website resmi KMI yaaa speknya, jadi kalo ada kesalahan protes kesana aja 😛

image

image

langsung SIKAT MASBROOO!!!!
Harga untuk seri yg non SE sebenarnya 29,6, saya SS yg 29,8 ini yg SE untuk tipe R (L), ya nambah 200 sebagai edisi perpisahan bagi saya gamasalah laah…, yg jadi masalah adalah nambahnya BANYAK BANGET dari versi RR ke RR SE, harga RR OTR JKT adalah 38,8 beda 1,1 breeeeee……
marih kita kupas
Rangka :
baik R/SS/RR sebenarnya dalam katagori RANGKA RINGAN bagi saya, tidak ada yg spesial dalam rangka 3 motor ini, yg spesial adalah RINGANnya hingga benar benar mendukung performa motor tersebut, faktor yg menurut saya kurang adalah dari sesi kaki kaki
untuk versi R/SS arm belakang berjenis unitrack, memang saya rasakan menggunakan arm ini sangat nikmat saat dibawa luar kota, akan tetapi saat menikung (terlebih ban yg masih kecil dibanding 150cc lain) mulai terasa NGERInya, 2 motor ini terasa TERLALU RINGAN, bagi saya yg sebelumnya pemegang bebek mesin tegak SOHC 4 klep tidak ada perbedaan, tidak terasa rasa sporty maupun racy saat cornering menggunakan 2 motor ini, alhamdulillahnya terbantu dengan ring velg belakang yg lebih besar 1 inch dari velg depan, sehingga mempermudah saya menikung dalam sharp pin, saat saya membawa motor ini terlalu agresif di tikungan, maka jangan salahkan teman dibelakang anda jika mereka ketakutan, ban belakang bisa mengangkat sedikit saat anda melakukan hard braking, berbeda dengan versi RR, memang dibanding R/SS motor ini jauh lebih berat, tapi juga lebih anteng, saya harus akui, saat mencoba mendapatkan top speed dengan R/SS terkesan lebih mudah tapi lebih NGERI dibanding menggunakan RR yg bisa bersembunyi dibalik windshield
3 jenis motor ini baik rem depan maupun belakang sudah 2 piston, jadi cukup bisa diandalkan dalam pengereman, Alhamdulillah belum pernah nyeruduk depan karna salah perhitungan, engine braking motor ini memang cukup terasa walawpun memiliki stroke yg pendek
overal dari rangka
R/SS lebih cocok untuk penggunaan luar kota dengan track yg banyak lurus, sementara RR lebih kepada speed freak yg senang turun ke sircuit
jarak tempuh 3 motor ini juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 300km dalam keadaan full tank, tangki mereka juga merupakan kendala bagi para pencinta riding jauh

mari beralih ke sektor lainnya

image

image

sektor mesin
inilah yang membuat motor ini SPESIAL!!! jika dari rangka saya banyak mengkritik motor ini, disinilah motor ini banyak mendapat pujian
secara umum 3 motor ini memiliki mesin yang sama, perbedaannya ada di karburator, R/SS menggunakan karbu PWL vent 26 sementara RR menggunakan VM 28, muncratan powernya pun bukan main main
untuk versi R/SS motor ini memuntahkan 29,63 HP on crank
sementar versi RR motor ini memuntahkan 28,16 HP on crank
luar biasa untuk 150cc jaman sekarang
kalau tadi diatas saya memuji RR, kali ini meja akan terbalik
secara harga dan performa, jelas RR kalah saing dengan R/SS, walawpun dengan vent lebih besar, tp muntahan tenaga RR kalah dengan R, mungkin selain dari karbu, CDInya juga dibuat berbeda (mungkin) atau karna R/SS menggunakan jenis karbu yg digadang gadang versi murah dari PWK :P, ya ntahlah… (saya ga bahas soal skep nyangkut di RR yaaa :P)
saat test ridepun sama, dalam jaram 200-400 bahkan 600m, saya mendapati time lebih baik menggunakan R, tapi saat sudah jauh? R angkat tangan, wkwkwk, ya wajar, aerodinamika R kalah dengan RR, serta perbedaan pada final drive
bagaimana dengan hasil dr GPS?
untuk versi std menggunakan ulysse dan android speedometer
R : 147 kmh
RR : 153 kmh
cukup jauh ya….
tidak hanya dari sisi HP, dari torsipun RR kalah dengan R, R memuntahkan 21,6 Nm, sementara RR hanya memuntahkan 20Nm
catatan : saya agak bingung, bagaimana kok hasil test dr dyno torsi motor motor ini bisa lebih tinggi dibanding hasil dyno, dan kenapa blogger lain lebih senang naikin RR keatas dyno ya? R seperti di anak tirikan T-T
benar benar monster dijalanan indonesia saat ini, baik torsi maupun HP 3 jenis motor ini masih superior dijalan indonesia, bahkan bisa bersaing dengan CC 250
so?
ternyata kesimpulan dari sektor mesin sama saja dengan sektor rangka
R/SS lebih liar, jadi saya pikir akan lebih bijak menggunakan motor ini untuk touring jarak jauh, performa didukung baik dengan rangka, sementara RR lebih diperuntukan untuk turun ke sircuit, aerodinamikanya yg sangat baik, ban yg mumpuni benar benar klop untuk mengikuti racing line

kesimpulan review R/SS :
motor ini memang spesial dari segi mesin, dan rangkapun juga sangat mendukung, but COME ON, it is 2015, masih berasap saat manasin motor, ga ada starter tangan, ban yg masih kecil, motor terlalu ringan, stoppie dan wheelie dengan motor ini bisa dilakukan oleh amatir seperti saya, bila dulu dijual dikitiran 25jt, saya masih menganggap valuenya sama dengan Pulsar 200 NS, tapi ini? 29-30 jeti brooooo, guileee, mahaallll, kenaikan harga ga kira kira
juni 2014 versi R 27,8
juli 2015 versi R 29,6, selisih hampir 2 JETI BROOOOO!!!!
terlebih ban yg cuma berkode P!!! sedih om…. on GPS aja hampir 150 itu…. bouncing yg ada T-T
untuk bbm saya katakan irit bila berbanding performa, 1:25 miliege reratanya, tapi please kawa… tangkinya sama bannya gedein dikit kek… ditambah kualitas velg dan finishing yg bagi saya kurang
velg mudah peyang, finishing yg tidak presisi, memang las lasannya bagus, tp tangkinya miring dikit tuh om kawa… lurusin dikit kek (gamasalah sih ga ada yg sadar juga)
rating rangka : 6,5 /10
rating mesin dan penunjangnya : 9,5/10 (kalau ada kipas radiator saya genepin 10/10)
rating fitur : 3/10 (bensinnya masih mesti kira kira -_-)
rating nilai estetika : 4/10
harga yg menurut saya kompetitif 25-26jt OTR jakarta
kesimpulan review RR :
sebenarnya review nya mesin RR berbeda sedikit dengan versi R/SS, kendala di mesin hanya ada di skep yg NYANTOLLL!!! -_-
bayangkan sedang top speed eeeh nyantol :hammer
modyiaarrrrr
untuk rangka dan body memang harus diacungkan jempol, jauh lebih baik dibanding versi R, mesin ga keliatan kopong kalaupun dilepas fairing, bentuk yg kece dan sesuai hukum fisika, minusnya sedikit saja bagi saya ban kurang besar 1 step, dan tangki sedikit kurang besar
yg jadi masalah adalah HARGA!!!! muahaleee puolll, terutama versi RR SE tjoy….
ban sudah mumpuni dengan kode S
to the point
rating rangka : 8/10
rating mesin dan penunjangnya : 8,5/10 (skep nyantol + ga ada kipas radiator, dan posisi tutupnya agak sulit di deteksi)
rating fitur : 5/10
rating nilai estetika : 8/10
harga yang menurut saya kompetitif 33-34jt OTR jakarta

ya…
sekian review dari saya, selamat jalan Ninja 2 tak, review ini saya buat kali aja dimasa mendatang ada yg penasaran sama motor ini tapi ga kesampean nyobain versi std
sedikit tambahan pict ya…
nomor mesin last standing KR150

image

ini peliharaan saya yg hilang 10 juni 2014, kalau ketemu tendang aja ridernya ampe jatoh

image

ini peliharaan saya yg sekarang

image

bocoran potensi dari simungil 150cc

image

sekian, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan ^_^