Semua tulisan dari orangbotakplont

Deviasi Ninja R SE 2015 HANYA 5,5%???

langsung to the point
sebenarnya, saya agak kaget sendiri, karna sangat jauh dengan apa yang sudah beredar, bahkan menurut saya cukup jauh dengan Ninja R 2014, dan SANGAT AMAT JAUH bila dibandingkan dengan ninja R 2011
kok bisa?
sebelumnya pembukaan sedikit, saya pernah up load top speed ninja R 2014 tembus 170++ via GPS, buka. speedo, kok bisa? lah iya, wong motore ae wes dadi 43 HP on crank, hampir setara powernya dengan KTM RC 390
biasanya kalau touring pake motor itu, kabel speedo odo pasti saya lepas, karna RAWAN RUSAK, waktu terpasang, via ulysse tembus 174 KPJ, sementara di speedo hampir menyentuh 200
untuk catatan, saya tidak menggunakan ninja R yg cacingan bannya, tapi menggunakan ban ukuran std dan velg ukuran std, hanya ban belakang yg lebih besar
saat motor itu saya pantengin di kecepatan 100 via speedometer, maka hasil yg keluar adalah 91 kpj, artinya deviasinya 9%
hampir 10% ini jauh loh…
artinya saat motor ini di speedo 140, maka akan tersalip oleh pulsar 200 NS yg sudah mencapai top speed, atau bahkan oleh R15 yg sudah mencapai top speed
nah ini ada yg bikin saya heran bin kaget
spesifikasi motor :
memakai ban dan velg std, bahkan knalpot std
pj mj sudah berubah, crankcase sudah dirubah, bearing std, crankshaft juga sudah dirubah (cc tetap), ada permainan sedikit di pengapian, tapi CDI atd (hunting CDI 636 ga nemu nemu soalnya)
demi ALLAH S.W.T saya yakin seyakin yakinnya, saya hanya mantengin di kecepatan 120 dan 100 di speedo saat pengukuran

ini untuk 120 di speedo

image

113,40 km/jam??
113,4 / 120 * 100 = 94,5%!!!
penyimpangan hanya 5,5%????
sayapun penasaran dan mengulang kembali test
jika sebelumnya kurang yakin karna saya menggunakan gear 4 dan jarak dengan redline masih cukup jauh
saya coba pantengin di gear 3 hingga redline (di speedo 100)
ini hasilnya

image

94??? TBH di speedo memang saya kurangi amat sangat sedikit sehingga tidak menyentuh 100 PAS, tp kurang sangat amat sedikit
masih kurang yakin, setelah saya ngopi dan cuci muka
saya ulang lagi
ini hasilnya

image

saya masih cukup shock….
memang tidak ada kejelasan, koma berapa, karna kalau di record, angka belakang koma tidak ada
ini juga hasil record yg saya pantengin di 120

image

pertanyaannya
saya mengukur dengan ninja R hitam 2014 kok dapetnya cuma 91?
kartu yg saya gunakan simp*t* kok, alhamdulillah waktu pengetesan sinyal jelas
saya melakukan test di jalan setiabudi bandung pagi buta

untuk yg penasaran, spek motornya apa, kok gear 3 bisa sampe segitu, top speednya berapa?
ini waktu saya touring, dapetnya 157,18km/jam, hanya saja waktu itu kabel speedo odo saya lepas

image

ingat ya, ban depan saya ga pake ban kecil dan ga make velg dengan ukuran ring yg diperkecil, jadi deviasinya tolong jangan disamakan dengan yg pake velg ruji dan ban ukuran kecil

penjelasan :
1. dari blogger ternama, test dilakukan pada tahun 2011, no offence, tapi sinyak GPS dulu tidak lebih baik dari sekarang
2. kemungkinan ada penurunan kualitas dari sparepart kawasaki, motor saya menurut stnk sih tehitung 1 agustus 2015, kalau dikira kira, motor ninja R SE saya baru menempuh jarak 2700km, belum sampe 3000km

rumus perhitungan perbedaan deviasi
v = s/t
v = kecepatan
s = jarak (dalam hal ini keliling luar roda depan bila pengukuran menggunakan Ninja R)
t = waktu
jika jarak diperkecil (diameter ban diperkecil) maka speedo akan lebih cepat naik dibandingkan dengan yg make ban std

Isu Seputar K15G (Honda CB 150R SF Major Change)

Juli-Agustus 2015 memang akan terjadi banyak hal di dunia otomotif indonesia, sebagai contih 31 Juli kemarin resmi di stopnya produksi KR150 & KR 150 (baca disini : Selamat Tinggal Ninja 2 Tak)
tgl 4 kemarin menurut kabar dari sales honda di daerah cimahi, K15G sudah mulai didistrubiskan, bahkan di salah satu dealer besar kota bandung sudah dipajang sebagai display, sayangnya saya belum sempat kesana, jadi belum sempat berselfie ria
kali ini saya tidak akan terlalu menyimpang pembahasannya dengan blogger lain, yg akan saya bahas adalah sektor mesin (sektor PANAS)
apa sih yg membuatnya menarik?
langsung saja 🙂
ini spesifikasi yg lama (data diambil dari website resmi AHM)

image

ini spesifikasi mesin lawasnya
untuk spesifikasi demikian, maka para rider yg ingin meminang motor ini pasti berfikir 2x, karna pada kelas yang sama, kawasaki yg bergandengan dengan bajaj mengeluarkan produk dengan spesifikasi lebih unggul tapi harga lebih murah, yaitu Pulsar 200 NS (BR 200), bahkan fitur yg ada di Nisa 200 menurut saya lebih unggul dibanding Cibi 150, tapi memang untuk yg lebih senang riding agresif sebaiknya memilih Cibi yg lebih siap meliak liuk

image

sedikit perbandingin dengan NS 200
CB v NS
power :
12,5 KW v 17 KW
Torsi :
13,1 Nm v 18,3 Nm
bore :
63,5 mm v 72 mm
stroke :
47,2 mm v 49 mm

sangat jelas dalam perbandingan dari sektor manapun CBSF kalah TELAK dalam kelas 22-25jt stroke pendek

so? menurut saya keputusan honda merubah mesin dan lebih mepet ke sisi garputala adalah keputusan yg paling bijak

bocoran spesifikasi K15G
bore x stroke
57,3 x 57,8 (dalam milimeter)
displacement = 149,04 cc
piston speed 21m/s pada rpm = 10,899
spek ini lebih mendekari ke NVA
bore x stroke
57 x 58,7 (dalam milimeter)
displacement = 149,79 cc
piston speed 21m/s pada rpm =  10,732
power 16,36 HP (8,500)
torsi 14,5 Nm (7,500)
dengan spesifikasi demikian dan melihat dari kebiasaan H dan Y yg sering menaruh peak power pada rpm mendekati limit
saya prediksi power K15G masih lebih tinggi sedikit, di estimasikan peak power di range rpm yg hampir sama, maka power maximum akan didapat sekitar 16,49 HP, dan torsi bila pada range rpm yg sama maka torsi sekitar 14,3 Nm

dengan spek ini, SANGAT reasonable bila AHM memasukan velg dan ban gambot pada K15G, pada spek lama torsi motor ini hanya 13,1 Nm pada rpm yg lebih tinggi
dengan torsi yg lebih besar dan rpm yg lebih kecil, maka K15G akan semakin mendekat pada kompetitor dari Y, dan menjaga jarak aman dengan NS 200
prediksi saya ban depan pada motor ini akan menggunakan ukuran 90/80 dan ban belakang akan dijejali 120/70
dengan rangka teralisnya, saya yakin, K15G akan tetap lebih gesit dari NVA
ya kita tunggu saja

bagi warga bandung display sudah ada di dealer honda pusat di bandung, lupa dealer mana, wkwkwkwk

semoga bermanfaat..

Selamat Tinggal KR150 & KR150 (Ninja 150 2 Stroke)

Back again…. sebelumnya memang saya sudah mengatakan ingin mengupas soal DOHC dan SOHC, tapi berhubung waktu tidak memungkinkan, akhirnya baru kali ini bisa kembali, dan berhubung saya seorang rider KR150, jadi saya rasa memberi triubute untuk motor saya yg hilang dari tangan saya dan produksi KMI akan saya utamakan (curcol sedikit…)

Berbeda dengan blogger lain yg memuat artikel sejarah atau kedigdayaan motor ini, saya mengambil jalur lain dengan analisa teknis maupun hasil review saya sendiri
kira kira apa sih yg membuat motor ini istimewa, bahkan KMI sampai membuat seremoni kecil kecilan melepas motor ini? sepertinya saat discontinue ZX 130 maupun Kaze ga ada hal seperti ini?

image

to be honest, saya sebagai ridernyapun ikut merasa sedih, saya sempat megang keluaran terakhir, bagi saya sepertinya secara performa dan fitur, motor ini masih termasuk “Over Priced” secara overal, loh kok sampe segininya?
mari kita telisik spesifikasi lengkap dari motor ini, saya ambil langsung dari website resmi KMI yaaa speknya, jadi kalo ada kesalahan protes kesana aja 😛

image

image

langsung SIKAT MASBROOO!!!!
Harga untuk seri yg non SE sebenarnya 29,6, saya SS yg 29,8 ini yg SE untuk tipe R (L), ya nambah 200 sebagai edisi perpisahan bagi saya gamasalah laah…, yg jadi masalah adalah nambahnya BANYAK BANGET dari versi RR ke RR SE, harga RR OTR JKT adalah 38,8 beda 1,1 breeeeee……
marih kita kupas
Rangka :
baik R/SS/RR sebenarnya dalam katagori RANGKA RINGAN bagi saya, tidak ada yg spesial dalam rangka 3 motor ini, yg spesial adalah RINGANnya hingga benar benar mendukung performa motor tersebut, faktor yg menurut saya kurang adalah dari sesi kaki kaki
untuk versi R/SS arm belakang berjenis unitrack, memang saya rasakan menggunakan arm ini sangat nikmat saat dibawa luar kota, akan tetapi saat menikung (terlebih ban yg masih kecil dibanding 150cc lain) mulai terasa NGERInya, 2 motor ini terasa TERLALU RINGAN, bagi saya yg sebelumnya pemegang bebek mesin tegak SOHC 4 klep tidak ada perbedaan, tidak terasa rasa sporty maupun racy saat cornering menggunakan 2 motor ini, alhamdulillahnya terbantu dengan ring velg belakang yg lebih besar 1 inch dari velg depan, sehingga mempermudah saya menikung dalam sharp pin, saat saya membawa motor ini terlalu agresif di tikungan, maka jangan salahkan teman dibelakang anda jika mereka ketakutan, ban belakang bisa mengangkat sedikit saat anda melakukan hard braking, berbeda dengan versi RR, memang dibanding R/SS motor ini jauh lebih berat, tapi juga lebih anteng, saya harus akui, saat mencoba mendapatkan top speed dengan R/SS terkesan lebih mudah tapi lebih NGERI dibanding menggunakan RR yg bisa bersembunyi dibalik windshield
3 jenis motor ini baik rem depan maupun belakang sudah 2 piston, jadi cukup bisa diandalkan dalam pengereman, Alhamdulillah belum pernah nyeruduk depan karna salah perhitungan, engine braking motor ini memang cukup terasa walawpun memiliki stroke yg pendek
overal dari rangka
R/SS lebih cocok untuk penggunaan luar kota dengan track yg banyak lurus, sementara RR lebih kepada speed freak yg senang turun ke sircuit
jarak tempuh 3 motor ini juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 300km dalam keadaan full tank, tangki mereka juga merupakan kendala bagi para pencinta riding jauh

mari beralih ke sektor lainnya

image

image

sektor mesin
inilah yang membuat motor ini SPESIAL!!! jika dari rangka saya banyak mengkritik motor ini, disinilah motor ini banyak mendapat pujian
secara umum 3 motor ini memiliki mesin yang sama, perbedaannya ada di karburator, R/SS menggunakan karbu PWL vent 26 sementara RR menggunakan VM 28, muncratan powernya pun bukan main main
untuk versi R/SS motor ini memuntahkan 29,63 HP on crank
sementar versi RR motor ini memuntahkan 28,16 HP on crank
luar biasa untuk 150cc jaman sekarang
kalau tadi diatas saya memuji RR, kali ini meja akan terbalik
secara harga dan performa, jelas RR kalah saing dengan R/SS, walawpun dengan vent lebih besar, tp muntahan tenaga RR kalah dengan R, mungkin selain dari karbu, CDInya juga dibuat berbeda (mungkin) atau karna R/SS menggunakan jenis karbu yg digadang gadang versi murah dari PWK :P, ya ntahlah… (saya ga bahas soal skep nyangkut di RR yaaa :P)
saat test ridepun sama, dalam jaram 200-400 bahkan 600m, saya mendapati time lebih baik menggunakan R, tapi saat sudah jauh? R angkat tangan, wkwkwk, ya wajar, aerodinamika R kalah dengan RR, serta perbedaan pada final drive
bagaimana dengan hasil dr GPS?
untuk versi std menggunakan ulysse dan android speedometer
R : 147 kmh
RR : 153 kmh
cukup jauh ya….
tidak hanya dari sisi HP, dari torsipun RR kalah dengan R, R memuntahkan 21,6 Nm, sementara RR hanya memuntahkan 20Nm
catatan : saya agak bingung, bagaimana kok hasil test dr dyno torsi motor motor ini bisa lebih tinggi dibanding hasil dyno, dan kenapa blogger lain lebih senang naikin RR keatas dyno ya? R seperti di anak tirikan T-T
benar benar monster dijalanan indonesia saat ini, baik torsi maupun HP 3 jenis motor ini masih superior dijalan indonesia, bahkan bisa bersaing dengan CC 250
so?
ternyata kesimpulan dari sektor mesin sama saja dengan sektor rangka
R/SS lebih liar, jadi saya pikir akan lebih bijak menggunakan motor ini untuk touring jarak jauh, performa didukung baik dengan rangka, sementara RR lebih diperuntukan untuk turun ke sircuit, aerodinamikanya yg sangat baik, ban yg mumpuni benar benar klop untuk mengikuti racing line

kesimpulan review R/SS :
motor ini memang spesial dari segi mesin, dan rangkapun juga sangat mendukung, but COME ON, it is 2015, masih berasap saat manasin motor, ga ada starter tangan, ban yg masih kecil, motor terlalu ringan, stoppie dan wheelie dengan motor ini bisa dilakukan oleh amatir seperti saya, bila dulu dijual dikitiran 25jt, saya masih menganggap valuenya sama dengan Pulsar 200 NS, tapi ini? 29-30 jeti brooooo, guileee, mahaallll, kenaikan harga ga kira kira
juni 2014 versi R 27,8
juli 2015 versi R 29,6, selisih hampir 2 JETI BROOOOO!!!!
terlebih ban yg cuma berkode P!!! sedih om…. on GPS aja hampir 150 itu…. bouncing yg ada T-T
untuk bbm saya katakan irit bila berbanding performa, 1:25 miliege reratanya, tapi please kawa… tangkinya sama bannya gedein dikit kek… ditambah kualitas velg dan finishing yg bagi saya kurang
velg mudah peyang, finishing yg tidak presisi, memang las lasannya bagus, tp tangkinya miring dikit tuh om kawa… lurusin dikit kek (gamasalah sih ga ada yg sadar juga)
rating rangka : 6,5 /10
rating mesin dan penunjangnya : 9,5/10 (kalau ada kipas radiator saya genepin 10/10)
rating fitur : 3/10 (bensinnya masih mesti kira kira -_-)
rating nilai estetika : 4/10
harga yg menurut saya kompetitif 25-26jt OTR jakarta
kesimpulan review RR :
sebenarnya review nya mesin RR berbeda sedikit dengan versi R/SS, kendala di mesin hanya ada di skep yg NYANTOLLL!!! -_-
bayangkan sedang top speed eeeh nyantol :hammer
modyiaarrrrr
untuk rangka dan body memang harus diacungkan jempol, jauh lebih baik dibanding versi R, mesin ga keliatan kopong kalaupun dilepas fairing, bentuk yg kece dan sesuai hukum fisika, minusnya sedikit saja bagi saya ban kurang besar 1 step, dan tangki sedikit kurang besar
yg jadi masalah adalah HARGA!!!! muahaleee puolll, terutama versi RR SE tjoy….
ban sudah mumpuni dengan kode S
to the point
rating rangka : 8/10
rating mesin dan penunjangnya : 8,5/10 (skep nyantol + ga ada kipas radiator, dan posisi tutupnya agak sulit di deteksi)
rating fitur : 5/10
rating nilai estetika : 8/10
harga yang menurut saya kompetitif 33-34jt OTR jakarta

ya…
sekian review dari saya, selamat jalan Ninja 2 tak, review ini saya buat kali aja dimasa mendatang ada yg penasaran sama motor ini tapi ga kesampean nyobain versi std
sedikit tambahan pict ya…
nomor mesin last standing KR150

image

ini peliharaan saya yg hilang 10 juni 2014, kalau ketemu tendang aja ridernya ampe jatoh

image

ini peliharaan saya yg sekarang

image

bocoran potensi dari simungil 150cc

image

sekian, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan ^_^

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (FINAL PART!!!)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk “ Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)” dan ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

horeee, akhirnya masuk final part, tadinya mau dibuat 4 part, tapi sepertinya part ke3 lebih banyak kearah komparasi DOHC dan SOHC, jadi saya pisahkan, ditunggu ya untuk bahasannya (akan banyak rumus yg bikin mual, jd disarankan dibaca saat perut kenyang, wkwkwkwk)
dari part 1 dan part 2 saya sudah mengulas beberapa kemungkinan mesin yg akan diusung oleh K56, dan dari kemungkinan tersebut, yg saya pikir mesin milik K15 dan K45 lah yg paling mendekati, dan kalimat mesin baru disana, itu seperti pihak garputala yg mengatakan si King mengusung mesin baru, bukan mesin MX lawas, atau vixion, tapi ternyata? ya bisa dilihat sendiri
pertanyaannya, bila benar menggunakan mesin K15 K45, kira kira, bagaimana performa si sonic ini? sementara diyakini bahwa power on crank tidak akan melibihi performa 2 motor batangan, untuk lebih jelas, mungkin kali ini saya akan bermain api, karna menurut saya, bila K56 mengusung mesin yg mirip dengan CBSF dan CBR, dan dijual di kitiran harga 18-20jt, MAKA INILAH LAWAN YANG AKAN ADA DI KOLAM YANG SAMA dengan Suzuki Satria FU
mari kita COMOT mesin CBSF untuk komparasi

CBSF :
bore x stroke = 63,5mm x 47,2mm
power maximum 17 PS di rpm 10,000
torsi maximum 13,1 Nm di rpm 8,000
SFU :
bore x stroke = 62mm x 48,8mm
power maximum 16 PS di rpm 9,000
torsi maximum 12,4 Nm di rpm 8,500
bore CBSF memiliki ukuran 1,5mm lebih besar dari SFU, dan SFU memiliko stroke lebih panjang 1,6mm, what a close one i think

melihat dari pergumulan di kelas 150cc bebek, kisaran rpm maximum ada di 8,500-9,000
sebenarnya bila dianggap vi piston maximum hanyalah 21m/s maka sonic memiliki limit yg lebih panjang dari SFU
rumusnya :
n = vt/2D10^-3
limit satria Fu ada di rpm 12,909
limit sonic ada di rpm 13,347
bedanya tidak terlalu, berkisar 438 rpm

mari kembalikan ke asumsi awal, bahwa sonic performanya tidak akan diatas CBSF apalagi CBR
sonic memiliki potensi rpm yg lebih tinggi dari satria FU sekitar 438 rpm
ada 2 kemungkinan disini
1. bila AHM ingin benar benar membunuh SFU dr suzuki, mungkin peak power sonic akan dilepas di kitiran RPM 9,500, power sonic mungkin akan lebih besar antara 0,4-0,5 HP dr satria FU, tapi bila benar demikian, MUNGKINKAH nilai penjualan CBSF akan terganggu karna hal tersebut? dari garputala, penurunan power terbilang cukup jauh (memang berbeda sudut juga sih mesinnya, NVA, NVL, dan R15 lebih tegak dari MX) power turun HAMPIR 1,2 PS
jadi untuk kemungkinan ini, saya agak meragukan, walawpun saya sih seneng kalau sonic beneran 16,5 HP on crank (bisa bisa jadi bakal calon juara IRS terus terusan ini)
2. dari pembahasan di kemungkinan 1 tadi, dan ada kemungkinan (besar) juga berbedanya sudut gerak mesin antara sonic dan CBSF, mungkin peak power ada di rpm sekitar 9,200 dan memuntahkan tenaga sekitar 16,1-16,2 PS
untuk konsumsi bensin, sepertinya sonic akan tetap lebih unggul meskipun memiliki stroke yg lebih pendek, karna dari gossipnya kan injection, memang harus di akui, bahwa injection akan lebih mudah mencapai pembakaran yg sempurna dengan sensor sensor yg njelimet
so?
power lebih besar
motor lebih irit
kayaknya sonic benar benar ancaman untuk Satria FU (maaf ya om bond, analisa saya malah lebih mengarah AHM gigit suzuki, bukan garputala, he he)
dan untuk torsi maximum, mungkin hampir sama dengan satria FU
ya setelah dipikir, memang sepertinya sudah saatnya suzuki memikirkan masa depan si SFU, sudah dari tahun 2005-2015, dari masa CBU hingga CKD, saya tidak melihat perubahan besar

sekian ulasan dari saya. bukan untuk menghujani kritik pada suzuki, saya sendiri salah satu orang yg senang dengan suzuki, karna berani membuat gebrakan segar di tahun 2005 dengan menurunkan ayago bermesin DOHC 150cc, saya rasa kalau suzuki ingin melakukan gebrakan lagi, inilah waktu yang tepat

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

WARNING!!!
DALAM ARTIKEL INI MENGANDUNG KRITIK YANG SANGAT TAJAM KARNA AUTHOR SEDANG DILANDA KELABILAN DAN PERASAAN YANG CUKUP TIDAK MENGENAKAN, KARNA BARU BALIK SAHUR DAN DISEREMPET ALAYERS J@NCUK!!!!!

Melanjutkan artikel yg sebelumnya, pasti sadar dengan tulisan di awal “1. sebenarnya bla bla bla bla” tapi sampai akhir tak kunjung juga menemui “2. bla bla bla bla bla” yaps
memang artikel sebelum ini hanya dibuat sampai sana, takutnya panjang, karna pembahasan tentang isu jika diperinci akan sangat banyak, jadi saya buat berbuku buku

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)”

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

2. Bila memang pengembangan mesin baru menggunakan mesin Verza 150 membutuhkan dana yang JAUH lebih besar, sementara kita tau setiap APM biasanya mencari dana yg sedikit untuk memperoleh keuntungan sebesar besarnya, jadi langkah apa yg kira kira lebih irit yg akan ditempuh AHM tapi tetap bisa merealisasikan 250 2 silinder?
saya yakin pembaca yang budiman pasti ingat bahwa CS 1 sendiri sempat digadang gadang menggendong mesin turunan dari “Sonic”, dan pastinya pernah mendengar bahwa K56 adalah “CS 1 REBORN”, TBH, saya menyayangkat discontinuenya si “Domba Garut” padahal dari spesifikasi mesin dan bentuknya yg cukup unik, saya cukup tertarik, sayangnya memang harganya yg agak mahal untuk kelas 125cc di jamannya, nambah sitik wes dapet SFU, kira kira begitulah
masih ingatkah dengan spesofikasi si domba garut?
ini spesifikasinya bagi yg tidak ingat 🙂

image

jadi apa hubungannya dengan si calon pendatang baru di kelas “Bebek Super”??
kan katanya K56 berkapasitas 150cc, si domba garut kan cuma 125??
monggo bandingkan dengan spesifikasi CB150RSF ini 🙂

image

BINGGO!!! hampir mirip yah ternyata, yaps….
kalau di garputala seperti maxi dan vixi, memiliki kesamaan pada diameter crankshaft, bedanya kalau maxi vixi sudah sama sama menggunakan 4 valves, sementara untuk cesy hanya 2 valves dan si cebong 4 valves, dengan kata lain, bila si sayap ingin mengembangkan versi 150cc motor bebek, mungkin ini akan lebih membantu, perbedaannya juga tidak terlalu jauh, si sayap hanya tinggal menurunkan spesifikasi dari K15 dan K56, mungkin konsepnya sama seperti garputala yg mengatakan, si king MESIN BARU, ehhh pas brojol ternyata seperti down spec dari NVL, tapi ya ga down spek amat sih, buktinya malah part dr king dipasang di NVA, nah menurut saya, yg terjadi ini serupa, kalimat dr pihak AHM mengatakan MESIN BARU
tapi jika benar itu menggunakan mesin baru, saya yakin kedepannya malah makin repot karna riset akan lebih dalam bila dibandingkan dengan menggunakan mesin yg cetak birunya serupa tapi tak sama dan sudah digunakan untuk mengisi 2 line up AHM sekaligus, dan dari strategi ini, AHM juga akan mendapatkan banyak keuntungan untuk mesin 250 2 silinder, LOH KOK?!!
nah maka dari itu diatas saya jabarkan sedikit tentang si domba garut, 125 x 2 = 250cc, ya to? ditambah lagi pengembangannya bisa memangkas banyak biaya riset bila memang yg dirubah adalah SOHC to DOHC, see? akan sangat menguntungkan untuk si sayap dibanding meriset mesin baru atau menggunakan mesin verza 150 sebagai basisnya, tapi memang merubah SOHC ke DOHC tidaklah gampang, karna artinya akan merubah sudut antara klep in dan klep out dan lainnya (pembahasan DOHC dan SOHC inshaallah akan saya tuliskan di artikel lainnha, dan ga ketinggalan, pastinya tetap dengan rumus rumus fisika yg njelimet, saya akan tetap berusaha menjaga objectivitas saya)
jadi konklusi dari pertanyaan ke2 dari isu tersebut adalah “MUNGKIN yg dimaksud mesin baru hanyalah bagian bagian penyokong, bukan bentuk mesin, seperti merubah camshaft, atau merubah titik pengapian, atau bisa juga ukuran klep, dan lain sebagainya, karna yg saya duga, sonic 150 performanya tidak akan diatas CB150 atau versi berfairingnya, selain itu, bila melanjutkan riset mesin ini, AHM juga memangkas cost dalam biaya riset untuk 250cc 2 silinder, karna dari spesifikasi CS1 memiliki potensi yg baik bila memang ingin dibuat 2 silinder (sebenarnya saya bosan dengan 2 silinder 250cc dengan stroke pendek, tapi yasudahlah, itukan hanya harapan saya, wkwkwkwk). Bukan berarti tidak mungkin bahwa sonic 150 menggunakan mesin verza 150, tapi dari hal hal lainnya, sepertinya akan lebih besar kemungkinanannya bila menggunakan mesin K15 dan K45, masalah konsumsi bahan bakar irit atau boros, yaaa memang, bentuk mesin tidaklah bohong, tapi mau gimana? sedikit kritikan, inilah indonesia, dimana masyarakatnnya lebih percaya dengan CLAIM dari pada dengan spesifikasi yg sebenarnya bisa dibuktikan dengan pendekatan fisika, yg biasanya hasilnya tidak terlalu jauh dengan hasil real
oh ya, kritikan sedikit, bukan hanya untuk AHM, tp untuk semua ATPM, ada baiknya CLAIM CLAIM berlebihan tidak banyak dilontarkan, karna menurut saya, itulah salah satu faktor yg menyebabkan orang orang menjadi fanatik buta dan banyak yg menjadi “SOK RAJA” di jalan umum, apalagi dengan “Tag Line” demikian, saya bukan fans salah satu pabrikan, tapi hal hal seperti itu membuat saya jengkel
btw ada yg mau pinjem screen shot dari HP saya?
174 kpj via ulysse dan 173 kpj via android speedometer looh (di diablo malah 213), kan mayan buat bahan claim, tapi kalau mau pake bayar ke saya ya, buat beli motor, maklum motor saya baru kemaren ilang (curcol)

image

image

tanggunglah kalau claim cuma 151 kpj, tanggung juga kalau tag line cuma “Ini Jalan Penguasa”
wkwkwkwkwkwk

catatan kecil : kalau mau ngebut setidaknya pas jalan kosong ya, yg lebar luas, jangan mentang mentang make motor badai di gang kecil pada seruntulan, terpengaruh Tag Line atau Claim top speed kah?

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun sebenarnya saya lebih berharap AHM merealisasikan dengan mesin verza 150, tp ya kecil kemungkinannya

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

ada banyak artikel yg membahas K56 A.K.A sonic 150, ada yg menyebutnya “CS1 reborn”, mulai dari spy shot dr si ayago bersayap, hingga mesin apa yg akan digantungkan pada rangka motor
disini saya hanya mencoba memberikan sudut pandang lain terhadap salah satu spekulasi
“Mesin apakah yang akan digendong? akankah 2 silinder? akankah turunan dari K15 dan K45? atau seperti yg dibahas oleh James Bond?”

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel yg dibuat oleh blogger yg lebih berpengalaman dari saya, alah satunya seperti yg sudah disematkan pada link diatas

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

1. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kata “ini mesin baru, bukan turunan dari K45 dan K15”?
menurut beberapa artikel, yg dimaksud adalah mesin 150cc 2 SILINDER
2 silinder? but the questions ARE….
mau berapa harga motornya (karna pasti biaya produksi lebih mahal dan sparepart juga akan mahal)
mau seloyo apa torsi(tau)nya?
loh kok loyo? ada penjelasannya kok ga asal claim
berkaca dari yg sudah sudah, bila kubikasi sama, maka stroke motor tersebut biasanya lebih pendek bila jumlah silinder lebih banyak, contoh Ninja 250
maka bisa diasumsikan r crankshaft bila K56 2 silinder m2a2r2 (karna sudut teta sama maka diabaikan), dari persamaan diatas maka jelas tau 1 lebih kecil dari tau 2
jadi bukan asal jeplak kalau torsinya akan mengecil di tiap RPM (kecuali motornya mau dibikin menjerit)
dengan kubikasi 150cc torsi kecil, apakah yakin motor tersebut akan sesuai dengan medan di indonesia? jalan kota perlu stop and go, jalan luar kota pun tidak semuanya dalam kondisi datar, jadi saya rasa kalau stroke si K56 ini terlalu pendek, mungkin dalam segi pasar akan loyo, tolonglah “Sayap” saya sudah mulai bosan mendengar jeritan motor dengan knalpot sangar yg berisik lalu lalang, ditambah dengan kubikasinya yg kecil, maka suara tersebut akan lewat di telinga saya lebih lama dengan intensitas yg lebih besar, saya juga butuh tidur (curcol)
menurut blogger ternama, ada kemungkinan motor tersebut menggendong mesin verza 150, karna dengan demikian akan mengejar torsi si King dari garputala (maaf kali ini untuk power saya kurang setuju, karna power Verza on crank sekalipun tidak sampai 14 HP)
apakah mungkin menggendong mesin verza?
ini spesifikasinya Verza 150

image

bore x stroke : 57,3 x 57,8
dari spesifikasi tersebut, jelas memiliki stroke yg panjang, hanya kalah 0,9mm dari Kingnya garputala, dari data diatas memang cukup mumpuni untuk mengejar torsi dari si King garputala (spesifikasi ada di artikel saya sebelum ini), tp mungkin tidak untuk melewatinya bila torsi maximum di set sama seperti king garputala
menurut saya “Mungkin”, jika benar akan dibubuhi 4 valve yg artinya pengoptimalan ruang udara yg sudah bercampur bensin yg masuk kedalam ruang bakar, maka sonic 150 bisa menaklukan King si garputala di jalan umum, LOH KOK? bila torsi per rpm tidak terpaut terlalu jauh dan dengan body ayagonya yg ringan (diasumsikan lebih ringan dr king garputala) wahhh, ntahlah, itu motor mungkin dijalan umum bisa seperti belalang semba yg sentak sedikit ngangkat
tapi kalau demikian, maka asumsi 2 silinder yg dimaksud untuk kepentingan honda riset 250cc 2 silinder akan terpatahkan dengan sendirinya, LOH KOK??
IMHO, bila yg digondol adalah mesin verza, maka honda perlu riset kembali untuk mesin 250 cc 2 silinder, karna setau saya belum ada motor honda yg menggunakan stroke 57,8mm untuk mesin 125cc (CMIIW), memang akan luar biasa torsinya (untuk kelas 150cc saya ragu bisa melebihi king garputala bila torsi maximum di dapat di rpm yg sama atau lebih rendah)dikelas 250cc 2 silinder, tapi ya apa ga kepanjangan strokenya? jadi untuk apa 2 silinder? lagipula sepertinya akan timpang, pistonnya mau sekecil apa?
hitung hitungan ringan
V = pi x r^2 x stroke
125mm^3 x 10^3 = pi x r^2 x 58,7mm
maka r = akar dari 125mm^3 x 10^3 / ( pi x 58,7)
r = 26mm
maka diameter piston sekitar 52-53mm (mesinnya mungkin akan terlihat lebih slim dan tinggi dibandingkan R25 dan N250FI)
kecil ya, bahkan MX 135 pun memiliki diameter piston 54mm, artinya lebih kecil sekitar 1-2mm
not really a square engine, tetep terlihat seperti overstroke engine
ya monggo itu urusan si sayap, mungkin kalau si sayap mau menggelontorkan dana yg agak besar, baik pasar 150 maupun 250 akan semakin menarik (pastinya saya akan menjadi salah satu orang terdepan untuk melihat terobosan si sayap bila 250cc 2 silindernya benar benar memiliki spek 2x53x58,7
karna perkiraan saya mesin tersebut bisa jadi lebih irit dari CBR 250 1 silinder yg sekarang, walawpun kayaknya powernya ga di atas si cibier 250)

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun masih ada keragu raguan apakah benar K56 adalah up grade version dari Verza 150

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

istri yang setia

catatan : penulis tidak mengambil dari sebuah kisah nyata. melainkan dari oengalaman pribadi, beberapa rekan penulis, ditambahkan khayalan khayalan penulis, bila ada kesamaan dan atau kemiripan nama, tempar, kejadian, sepenuhnya bukan disengaja okeh penulis, tujuan dari cerita pendek ini murni untuk renungan, bila ada kekurangan silahkan hubungi penulis, trimakasih

Intro :
Namaku putra, berasal dari keluarga yang entah bahagia atau tidak, dari segi ekonomi, keluargaku tidak kekurangan, bahkan bisa dibilang berkelebihan, dari segi agama, aku juga tidak merasa kekurangan asupan religi dari keluargaku. Aku memiliki seorang adik laki laki, berbeda 3,5 tahun, tidak cukup jauh, ya selayaknya saudara laki laki, ada kalanya kami bertengkar dan tertawa bersama. Terdengar seperti keluarga yang norma, tapi tidak ada sesuatu yang berjalan sempurna

Aku menemukan sesuatu yg terus membuatku berfikir aku adalah aib. Terkadang hal ini memnjadikan relasiku dengan keluargaku sendiri memburuk. Tertekan dan berfikiran negative membuatku terjerumus pada dunia malam di kota luar biasa ini, dimasa umurku yang masih belasan, aku sudah turun kejalan, mengenal liarnya roda malam berputar rangka bermesin, iya, balap liar

Dunia mesin bukanlah hal asing bagiku, melihat ayahku yang memiki mobil tua bermesin 600 tenaga kuda membuatku semakin asik dengan roda 2ku, tapi permasalahan bukan pada track lurus dan suara berisik, tapi pada “Pride“. Bukan rahasia, dimana ada balap liar, disanalah geng geng moror berkumpul, dan aku adalah salah saru dari mereka. Perkalhian demi perkelahian adalah sampinganku sebagai “Joki“, tidak akan heran meliharku sebagai pemecut kuda besi ini berkelahi secara brutal, hal ironi yang akhirnya membuatku sulit menjalin relasi di bangku putih biru, bahkan aku yang cukup dikenal guru guruku sebagai orang cerdas tidak mampu mengimbangi yang lain dari segi akademik, membuat putih abuku terlempar ke sekolah yang dipenuhi anak sejenisku

Putra, putra putra putra, hampir setiap malam minggu turun kejalan untuk meramaikan balapan, hingga terkenal dengan si mata kicep, bukan karna aku buta sebelah atau kelainan pada mata, tapi tungganganku yang slalu sebelah matanya. Reputasi yang cukup dikenal dikalangan anak motor membuatku semakin dekat dengan hal yang lebih gelap dari narkoba, bahkan aku kenal dengan salah satu bandar. Hidup luntang lantung tidak jelas, dan karna brutalnya diriku, aku dikeluarkan dari sekolah itu. Ayahku memindahkanku ke sekolah yang lebih baik, menurut pandanganku, sekolah itu hanyalah sekolah sekumpulan anak cupu bermobil dan modis, mereka bahkan tidak tau bagaimana memacu kuda besi 2 silinder yang cukup tenar dikalangan anak muda indonesia, sebuah tempat yang menurutku penghinaan memasukanku ke sekolah ini, ke tempat dimana aku merasa terkekang. Tapi bukan tanpa raport hitam, hasilnya aku membaik disekolah ini, ayahkupun memasukanku ke sekolah balap dan berhasil menjuari beberapa balapan kelas lokal hingga provinsi, sebagai imbalan aku mau menurutinya, lucu memang, syararku masuk ke sekolah itu adalah membiarkanku tetap dengan kuda besiku

Ujian nasional mendekat, Alhamdulillah aku lulus, dan bersiap menghadapi test perguruan tinggi, dengan les yg menurutku cukup nyaman suasanya untuk belajar, tp tetap aku berfikir, ini bukanlah tempatku, aku seharusnya ada di aspal kaku. Satu satunya alasan aku tetap mengikuti ayahku karna aku tertarik dengan seorang perempuan, kerudungnya yang menjulur, dan sikapnya membuatku nyaman, kasta rendahku membuatku tetap jauh dengannya, hal ini terus berlangsung hingga kami terpisahkan jarak

Perempuan yang luar biasa, bahkan demi bangun pagi berangkat les, aku rela tidak keluar malam, perlahan tapi pasti. Aku mulai meninggalkan kuda besiku, bahkan menurunkan tenaga yg dia miliki. Aku berhasil masuk perguruan tinggi ternama, dan lulus dengan nilai yang tidak begitu buruk, aku memang masuk jurusan yg bukan bidangku, sehingga aku pikir wajar aku tidak menyentuh 3,5. Aku dipertemukan kembali dengan perempuan itu, dan akhirnya menikah dengannya setelah berhasil menyicil rumah murah 2 kamar

Awal bahtera :
Tahun 1
diawal pernikahanku, aku sulit mendapatkan penghasilan yang cukup, kondisi fisik istriku juga kurang memadai untuk terus bekerja sepanjang waktu membantuku dalam mencari nafkah, kami berkomitmen untuk menunda memiliki momongan, sungguh baik nasibku, mungkin bayaran dr Allah yang melihatku berhasil meninggalkan kebiasaam buruk untuk berpacu dalam jarak 201m, sebuah anugrah luar biasa, aku menikahi perempuan yang begitu sempurna, dia bahkan tidak mengeluh sedikitpun tentang keuanganku yang cukup tersendat, dia slalu mengingatkanku untuk beribadah, tidak pernah terlewat, bahkan dia tetap melayaniku saat dia sedang tidak menginginkan menerima syahwatku, dan tidak pernah lupa olehku untuk mengecup dahinya dipagi hari
Tahun 2
keuanganku mulai membaik, kami mulai menabung dan mempersiapkan untuk memiliki momongan, tidak ada kebiasaan rutin yang terlewat, bahkan tetangga kami ikut bahagia melihat keharmonisan kami, mengecup dahinya saat terbangun dari tidur dan saat sebelum dia berangkat kerja, komunikasi tetap terjaga, bahkan semakin intim, disaat saat tertentu, dia tidak lupa memberikanku buku buku berharga yang menjadi vitamin untuk ruh ku, perbincangan semakin hangat, keluarga kecil yang harmonis
Tahun 3
keuangan yang terus membaik membuat tabunganku cukup untuk biaya melahirkan istriku, di tahun ini kami berencana untuk memiliki anak pertama, memastikan hubungan kami semakin intim, bahkan istriku sangat bersemangat saat diajak kedokter untuk mengikuti program dari dokter, perdebatan kecil tentang nama bahkan sudah ada sebelum mendapatkan hasil 2 garis, lucu, tertawa bersama saat berdebat gender anak yang diinginkan, keinginanku memiliki jagoan laki laki untuk menemaniku dalam hobiku, dan keinginannya memiliki putri cantik untuk menemaninya saat memasak dan membereskan rumah, kami bahagia, hidup dengan tenang, penuh canda, hingga akhirnha aku mengalah dan sudah mempersiapkan dana untuk mendekorasi ulang rumah kami menjadi lebih feminim, bahkan ada satu kejadian lucu, saat aku pulang kerja, dia langsung melantunkan musik tua dari Maher Zain berjudul “Number One”, lagi ini ditujukan untuk seorang ibu, lalu dia menggodaku “kelak anak kita akan menyanyikan lagu ini untukku, ayahnya payah, main gitar saja gabisa” kami tertawa dengan riang dihari itu
Tahun 4
sudah 1 tahun menanti, tapi istriku belum kunjung hamil, tapi ini tidak mengurangi rasa cintaku padanya, bahkan saat dia merasa mual karna makanan masakanku kurang baik, atau saat melewati jalan yg berliku, dia berkata “aku harus ke kamar mandi, siapa tau hasilnya positif?” candanya sambil menahan mual, dan kamipun tertawa, rutinitas pagi hari slalu ada, mengecupnya, membelainya dengan kasih, memang ditahun ini sudah ada desakan dari keluarga kami untuk segera memiliki momongan, terlebih istriku adalah anak pertama dari 3 saudara, adikku juga ingin menikan tahun ini, adikku slalu menggodaku “jangan sampe ade duluan ya kaaa” kami tertawa, bahkan mertua kami memberikan kami kamar exklusif yang jauh dari mereka dengan alasan tidak ingin mengganggu kemesraan kami, sebenarnya hasil dari dokter menunjukan kami ber2 sehat, tidak ada yang mandul, tapi memang belum diberikan oleh sang maha kuasa, kami tidak merasa tertekan, dan menganggap ini adalah hadiah dr Allah untuk menikmati masa muda kami, bahkan sampai adikku menikah, belum ada tanda bahwa istriku hamil

Pelangi sebelum badai :
Tahun 5
keuangan kami luar biasa baik, dan kami merasa siap lahir batin untuk memiliki anak, kami menjalankan program dengan baik, keluarga kami menunggu cucu pertama mereka dengan antusias, hal itu tidak menjadi tekanan bagi kami, justru membuat kami tertawa dan semakin romantis, kami memutuskan untuk membeli sebuah mobil sendiri, dia menggodaku “masa kalau aku mau melahirkan nanti kamu nganterin aku pake motor? atau mau pinjem mobil sana sini, kan ga lucu” kami tertawa, dan sepakat membeli sebuah mobil sedan yang memiliki nilai history tersendiri untukku, sebuah produk dari jepang, Mazda 323 interplay produksi tahun 1991 berwarna hitam, rumah kamipun sudah terlihat feminim, mempersiapkan kelahiran putri kami, hingga akhir tahun akhirnya Allah memberikan garis 2 pada alat itu, bahagianya kami hingga hingga langsung membeli kereta bayi, tempat tidur bayi, mainan bayi, dan lain sebagainya. dekorasi rumah kami seperti taman bermain untuk bayi, bahkan mertuaku sering menggodaku “besok abah udah punnya cucu sepertinya” bahagianya kami dimasa itu
Tahun 6
kebahagiaan terus terpancar dari wajah kami, tak lupa aku stel musik klasik, kata orang dulu, musik klasik baik untuk janin, bahkan istriku marah ketika aku tidak sengaja menyetel musik lamaku seperti “Let it go” yang di cover oleh band metal Betraying the Martyrs, tidak bosan bosannya aku mengelus perut istriku, padahal di awal tahun itu masih tidak terlalu terlihat dia sedang hamil, playlist kami dipenuhi oleh mozart dan bethoven, perbincangan kami tidak jauh dari perdebatan aku yang ntah kenapa menginginkan kembali anak laki laki, akhirnya dari data USG, istriku menang, kami mendapatkan tuan putri baru, aku tidak kecewa, justru aku tertawa diruangan itu dan tanpa malu berkata “ini untuk kemenanganmu” aku mencium pipi istriku di depan dokter wanita itu, dokter itu terlihat iri dengan kemesraan kami, tak pernah sekalipun aku melepas pengawasan terhadap istriku, sebisa mungkin aku ada disana, bahkan aku melepas pekerjaanku dan beralih menjadi free lancer dan membuka sebuah bengkel dekat tempat tinggal kami, saat istriku yang hamil besar, aku semakin rewel dan menjaga dengan extra istriku, kali ini benar benar slalu kugandeng tangannya, senyum dari kami ber2 slalu hadir, hingga hal yang tidak diinginkan terjadi
aku dibelakang kemudi, di jalan bebas hambatan, aku berjalan pelan mengikuti aturan batas minimum kecepatan, ya mungkin lebih cepat 10km pada speedo mazdaku, dengan alunan musik klasik, kami berjalan santai, dimasa itu, hanya mobilku lah yang tidak bisa berkomunikasi dengan mobil lain, sebuah teknologi luar biasa dari Amerika untuk berkomunikasi satu sama lain dengan tujuan menghindari kecelakaan, tak ada firasat buruk saat itu, mobil mobil listrik terus menyalipku dari sisi kanan, dan terjadilah kejadian itu, kejadiannya sangat cepat, aku tidak terlalu ingat persisnya, mobilku dihantam dari belakang, mobilku pun menghantam pembatas jalan hingga akhirnya kami terpelosok ke jurang, aku tersadar dirumah sakit, tanpa ingat apa yang terjadi, aku langsung berusaha bangun dan mencari istriku, aku ditahan oleh perawat dan mengatakan bahwa tangan kananku patah dan fisikku belum cukup baik untuk bangun, dia mengatakan padaku, aku koma selama 1 minggu, beruntung aku berhasil selamat, karna ternyata ada serpihan kaca yang menyobek leherku dan melukai tenggorokanku, akupun mulai ingat, saat kecelakaan aku langsung memegang tangan istriku, istriku terlihat panik dan mengucapkan 2 kalimat syahadat berulang, saat membentur pembatas jalan mobil kami terpental, dan karna aku kehilangan banyak darah aku pingsan, aku memaksakan diri untuk bangun dan mencari istriku, suster mengatakan istriku selamat dan sekarang sedang dalam pemulihan, aku meminta untuk bertemu istriku tapi tidak diijinkan, aku memaksa dan akhirnya diperbolehkan menemui istriku, aku melihatnya terbaring di kasur putih itu, aku mendekatinya sembari bersyukur dia selamat, aku menangis melihatnya dan berulang kali mengatakan maaf, dia tidak bergeming, aku ketakutan saat itu, terus meminta pertolongan pada yang maha kuasa, esoknya aku dijelaskan oleh dokter yg menangani istriku, dia mengayakan bahwa istriku mengalami trauma mendalam, kecelakaan itu membuat kami kehilangan tuan putri kami, tapi itu bukan bagian terburuk, salah satu ovariumnya ternyata terluka dan mengharuskan untuk diangkat, dan dokter mengatakan padaku, mungkin aku sulit bagi kami untuk memiliki anak, aku mendekati kembali istriku, dan menangis disisinya, mengatakan maaf maaf maaf dan maaf, akhirnya kami diperbolehlan pulang, saat kondisi istriku mulai stabil, aku memberitau keadannya yang sebenarnya, lalu dia berkata “ada baiknya kamu mencari istri yang lain, aku tau kamu sangat menginginkan jagoan untuk menemanimu”
seperti tersambar petir, sudah terkuras air mataku saat aku tau aku hampir membuatnya terbunuh saat aku ada dibelakang kemudi, kini aku menghadapi kalimat yang sangat tajam, inilah pertama kalinya aku tersakiti oleh istriku

-bersambung, artikel ini akan penulis lanjutkan bila ada waktu lagi untuk melanjutkannya