Arsip Kategori: Otomotif

Komparasi

Isu Seputar K15G (Honda CB 150R SF Major Change)

Juli-Agustus 2015 memang akan terjadi banyak hal di dunia otomotif indonesia, sebagai contih 31 Juli kemarin resmi di stopnya produksi KR150 & KR 150 (baca disini : Selamat Tinggal Ninja 2 Tak)
tgl 4 kemarin menurut kabar dari sales honda di daerah cimahi, K15G sudah mulai didistrubiskan, bahkan di salah satu dealer besar kota bandung sudah dipajang sebagai display, sayangnya saya belum sempat kesana, jadi belum sempat berselfie ria
kali ini saya tidak akan terlalu menyimpang pembahasannya dengan blogger lain, yg akan saya bahas adalah sektor mesin (sektor PANAS)
apa sih yg membuatnya menarik?
langsung saja ๐Ÿ™‚
ini spesifikasi yg lama (data diambil dari website resmi AHM)

image

ini spesifikasi mesin lawasnya
untuk spesifikasi demikian, maka para rider yg ingin meminang motor ini pasti berfikir 2x, karna pada kelas yang sama, kawasaki yg bergandengan dengan bajaj mengeluarkan produk dengan spesifikasi lebih unggul tapi harga lebih murah, yaitu Pulsar 200 NS (BR 200), bahkan fitur yg ada di Nisa 200 menurut saya lebih unggul dibanding Cibi 150, tapi memang untuk yg lebih senang riding agresif sebaiknya memilih Cibi yg lebih siap meliak liuk

image

sedikit perbandingin dengan NS 200
CB v NS
power :
12,5 KW v 17 KW
Torsi :
13,1 Nm v 18,3 Nm
bore :
63,5 mm v 72 mm
stroke :
47,2 mm v 49 mm

sangat jelas dalam perbandingan dari sektor manapun CBSF kalah TELAK dalam kelas 22-25jt stroke pendek

so? menurut saya keputusan honda merubah mesin dan lebih mepet ke sisi garputala adalah keputusan yg paling bijak

bocoran spesifikasi K15G
bore x stroke
57,3 x 57,8 (dalam milimeter)
displacement = 149,04 cc
piston speed 21m/s pada rpm = 10,899
spek ini lebih mendekari ke NVA
bore x stroke
57 x 58,7 (dalam milimeter)
displacement = 149,79 cc
piston speed 21m/s pada rpm =ย  10,732
power 16,36 HP (8,500)
torsi 14,5 Nm (7,500)
dengan spesifikasi demikian dan melihat dari kebiasaan H dan Y yg sering menaruh peak power pada rpm mendekati limit
saya prediksi power K15G masih lebih tinggi sedikit, di estimasikan peak power di range rpm yg hampir sama, maka power maximum akan didapat sekitar 16,49 HP, dan torsi bila pada range rpm yg sama maka torsi sekitar 14,3 Nm

dengan spek ini, SANGAT reasonable bila AHM memasukan velg dan ban gambot pada K15G, pada spek lama torsi motor ini hanya 13,1 Nm pada rpm yg lebih tinggi
dengan torsi yg lebih besar dan rpm yg lebih kecil, maka K15G akan semakin mendekat pada kompetitor dari Y, dan menjaga jarak aman dengan NS 200
prediksi saya ban depan pada motor ini akan menggunakan ukuran 90/80 dan ban belakang akan dijejali 120/70
dengan rangka teralisnya, saya yakin, K15G akan tetap lebih gesit dari NVA
ya kita tunggu saja

bagi warga bandung display sudah ada di dealer honda pusat di bandung, lupa dealer mana, wkwkwkwk

semoga bermanfaat..

Selamat Tinggal KR150 & KR150 (Ninja 150 2 Stroke)

Back again…. sebelumnya memang saya sudah mengatakan ingin mengupas soal DOHC dan SOHC, tapi berhubung waktu tidak memungkinkan, akhirnya baru kali ini bisa kembali, dan berhubung saya seorang rider KR150, jadi saya rasa memberi triubute untuk motor saya yg hilang dari tangan saya dan produksi KMI akan saya utamakan (curcol sedikit…)

Berbeda dengan blogger lain yg memuat artikel sejarah atau kedigdayaan motor ini, saya mengambil jalur lain dengan analisa teknis maupun hasil review saya sendiri
kira kira apa sih yg membuat motor ini istimewa, bahkan KMI sampai membuat seremoni kecil kecilan melepas motor ini? sepertinya saat discontinue ZX 130 maupun Kaze ga ada hal seperti ini?

image

to be honest, saya sebagai ridernyapun ikut merasa sedih, saya sempat megang keluaran terakhir, bagi saya sepertinya secara performa dan fitur, motor ini masih termasuk “Over Priced” secara overal, loh kok sampe segininya?
mari kita telisik spesifikasi lengkap dari motor ini, saya ambil langsung dari website resmi KMI yaaa speknya, jadi kalo ada kesalahan protes kesana aja ๐Ÿ˜›

image

image

langsung SIKAT MASBROOO!!!!
Harga untuk seri yg non SE sebenarnya 29,6, saya SS yg 29,8 ini yg SE untuk tipe R (L), ya nambah 200 sebagai edisi perpisahan bagi saya gamasalah laah…, yg jadi masalah adalah nambahnya BANYAK BANGET dari versi RR ke RR SE, harga RR OTR JKT adalah 38,8 beda 1,1 breeeeee……
marih kita kupas
Rangka :
baik R/SS/RR sebenarnya dalam katagori RANGKA RINGAN bagi saya, tidak ada yg spesial dalam rangka 3 motor ini, yg spesial adalah RINGANnya hingga benar benar mendukung performa motor tersebut, faktor yg menurut saya kurang adalah dari sesi kaki kaki
untuk versi R/SS arm belakang berjenis unitrack, memang saya rasakan menggunakan arm ini sangat nikmat saat dibawa luar kota, akan tetapi saat menikung (terlebih ban yg masih kecil dibanding 150cc lain) mulai terasa NGERInya, 2 motor ini terasa TERLALU RINGAN, bagi saya yg sebelumnya pemegang bebek mesin tegak SOHC 4 klep tidak ada perbedaan, tidak terasa rasa sporty maupun racy saat cornering menggunakan 2 motor ini, alhamdulillahnya terbantu dengan ring velg belakang yg lebih besar 1 inch dari velg depan, sehingga mempermudah saya menikung dalam sharp pin, saat saya membawa motor ini terlalu agresif di tikungan, maka jangan salahkan teman dibelakang anda jika mereka ketakutan, ban belakang bisa mengangkat sedikit saat anda melakukan hard braking, berbeda dengan versi RR, memang dibanding R/SS motor ini jauh lebih berat, tapi juga lebih anteng, saya harus akui, saat mencoba mendapatkan top speed dengan R/SS terkesan lebih mudah tapi lebih NGERI dibanding menggunakan RR yg bisa bersembunyi dibalik windshield
3 jenis motor ini baik rem depan maupun belakang sudah 2 piston, jadi cukup bisa diandalkan dalam pengereman, Alhamdulillah belum pernah nyeruduk depan karna salah perhitungan, engine braking motor ini memang cukup terasa walawpun memiliki stroke yg pendek
overal dari rangka
R/SS lebih cocok untuk penggunaan luar kota dengan track yg banyak lurus, sementara RR lebih kepada speed freak yg senang turun ke sircuit
jarak tempuh 3 motor ini juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 300km dalam keadaan full tank, tangki mereka juga merupakan kendala bagi para pencinta riding jauh

mari beralih ke sektor lainnya

image

image

sektor mesin
inilah yang membuat motor ini SPESIAL!!! jika dari rangka saya banyak mengkritik motor ini, disinilah motor ini banyak mendapat pujian
secara umum 3 motor ini memiliki mesin yang sama, perbedaannya ada di karburator, R/SS menggunakan karbu PWL vent 26 sementara RR menggunakan VM 28, muncratan powernya pun bukan main main
untuk versi R/SS motor ini memuntahkan 29,63 HP on crank
sementar versi RR motor ini memuntahkan 28,16 HP on crank
luar biasa untuk 150cc jaman sekarang
kalau tadi diatas saya memuji RR, kali ini meja akan terbalik
secara harga dan performa, jelas RR kalah saing dengan R/SS, walawpun dengan vent lebih besar, tp muntahan tenaga RR kalah dengan R, mungkin selain dari karbu, CDInya juga dibuat berbeda (mungkin) atau karna R/SS menggunakan jenis karbu yg digadang gadang versi murah dari PWK :P, ya ntahlah… (saya ga bahas soal skep nyangkut di RR yaaa :P)
saat test ridepun sama, dalam jaram 200-400 bahkan 600m, saya mendapati time lebih baik menggunakan R, tapi saat sudah jauh? R angkat tangan, wkwkwk, ya wajar, aerodinamika R kalah dengan RR, serta perbedaan pada final drive
bagaimana dengan hasil dr GPS?
untuk versi std menggunakan ulysse dan android speedometer
R : 147 kmh
RR : 153 kmh
cukup jauh ya….
tidak hanya dari sisi HP, dari torsipun RR kalah dengan R, R memuntahkan 21,6 Nm, sementara RR hanya memuntahkan 20Nm
catatan : saya agak bingung, bagaimana kok hasil test dr dyno torsi motor motor ini bisa lebih tinggi dibanding hasil dyno, dan kenapa blogger lain lebih senang naikin RR keatas dyno ya? R seperti di anak tirikan T-T
benar benar monster dijalanan indonesia saat ini, baik torsi maupun HP 3 jenis motor ini masih superior dijalan indonesia, bahkan bisa bersaing dengan CC 250
so?
ternyata kesimpulan dari sektor mesin sama saja dengan sektor rangka
R/SS lebih liar, jadi saya pikir akan lebih bijak menggunakan motor ini untuk touring jarak jauh, performa didukung baik dengan rangka, sementara RR lebih diperuntukan untuk turun ke sircuit, aerodinamikanya yg sangat baik, ban yg mumpuni benar benar klop untuk mengikuti racing line

kesimpulan review R/SS :
motor ini memang spesial dari segi mesin, dan rangkapun juga sangat mendukung, but COME ON, it is 2015, masih berasap saat manasin motor, ga ada starter tangan, ban yg masih kecil, motor terlalu ringan, stoppie dan wheelie dengan motor ini bisa dilakukan oleh amatir seperti saya, bila dulu dijual dikitiran 25jt, saya masih menganggap valuenya sama dengan Pulsar 200 NS, tapi ini? 29-30 jeti brooooo, guileee, mahaallll, kenaikan harga ga kira kira
juni 2014 versi R 27,8
juli 2015 versi R 29,6, selisih hampir 2 JETI BROOOOO!!!!
terlebih ban yg cuma berkode P!!! sedih om…. on GPS aja hampir 150 itu…. bouncing yg ada T-T
untuk bbm saya katakan irit bila berbanding performa, 1:25 miliege reratanya, tapi please kawa… tangkinya sama bannya gedein dikit kek… ditambah kualitas velg dan finishing yg bagi saya kurang
velg mudah peyang, finishing yg tidak presisi, memang las lasannya bagus, tp tangkinya miring dikit tuh om kawa… lurusin dikit kek (gamasalah sih ga ada yg sadar juga)
rating rangka : 6,5 /10
rating mesin dan penunjangnya : 9,5/10 (kalau ada kipas radiator saya genepin 10/10)
rating fitur : 3/10 (bensinnya masih mesti kira kira -_-)
rating nilai estetika : 4/10
harga yg menurut saya kompetitif 25-26jt OTR jakarta
kesimpulan review RR :
sebenarnya review nya mesin RR berbeda sedikit dengan versi R/SS, kendala di mesin hanya ada di skep yg NYANTOLLL!!! -_-
bayangkan sedang top speed eeeh nyantol :hammer
modyiaarrrrr
untuk rangka dan body memang harus diacungkan jempol, jauh lebih baik dibanding versi R, mesin ga keliatan kopong kalaupun dilepas fairing, bentuk yg kece dan sesuai hukum fisika, minusnya sedikit saja bagi saya ban kurang besar 1 step, dan tangki sedikit kurang besar
yg jadi masalah adalah HARGA!!!! muahaleee puolll, terutama versi RR SE tjoy….
ban sudah mumpuni dengan kode S
to the point
rating rangka : 8/10
rating mesin dan penunjangnya : 8,5/10 (skep nyantol + ga ada kipas radiator, dan posisi tutupnya agak sulit di deteksi)
rating fitur : 5/10
rating nilai estetika : 8/10
harga yang menurut saya kompetitif 33-34jt OTR jakarta

ya…
sekian review dari saya, selamat jalan Ninja 2 tak, review ini saya buat kali aja dimasa mendatang ada yg penasaran sama motor ini tapi ga kesampean nyobain versi std
sedikit tambahan pict ya…
nomor mesin last standing KR150

image

ini peliharaan saya yg hilang 10 juni 2014, kalau ketemu tendang aja ridernya ampe jatoh

image

ini peliharaan saya yg sekarang

image

bocoran potensi dari simungil 150cc

image

sekian, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan ^_^

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (FINAL PART!!!)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk “ Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)” dan ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

horeee, akhirnya masuk final part, tadinya mau dibuat 4 part, tapi sepertinya part ke3 lebih banyak kearah komparasi DOHC dan SOHC, jadi saya pisahkan, ditunggu ya untuk bahasannya (akan banyak rumus yg bikin mual, jd disarankan dibaca saat perut kenyang, wkwkwkwk)
dari part 1 dan part 2 saya sudah mengulas beberapa kemungkinan mesin yg akan diusung oleh K56, dan dari kemungkinan tersebut, yg saya pikir mesin milik K15 dan K45 lah yg paling mendekati, dan kalimat mesin baru disana, itu seperti pihak garputala yg mengatakan si King mengusung mesin baru, bukan mesin MX lawas, atau vixion, tapi ternyata? ya bisa dilihat sendiri
pertanyaannya, bila benar menggunakan mesin K15 K45, kira kira, bagaimana performa si sonic ini? sementara diyakini bahwa power on crank tidak akan melibihi performa 2 motor batangan, untuk lebih jelas, mungkin kali ini saya akan bermain api, karna menurut saya, bila K56 mengusung mesin yg mirip dengan CBSF dan CBR, dan dijual di kitiran harga 18-20jt, MAKA INILAH LAWAN YANG AKAN ADA DI KOLAM YANG SAMA dengan Suzuki Satria FU
mari kita COMOT mesin CBSF untuk komparasi

CBSF :
bore x stroke = 63,5mm x 47,2mm
power maximum 17 PS di rpm 10,000
torsi maximum 13,1 Nm di rpm 8,000
SFU :
bore x stroke = 62mm x 48,8mm
power maximum 16 PS di rpm 9,000
torsi maximum 12,4 Nm di rpm 8,500
bore CBSF memiliki ukuran 1,5mm lebih besar dari SFU, dan SFU memiliko stroke lebih panjang 1,6mm, what a close one i think

melihat dari pergumulan di kelas 150cc bebek, kisaran rpm maximum ada di 8,500-9,000
sebenarnya bila dianggap vi piston maximum hanyalah 21m/s maka sonic memiliki limit yg lebih panjang dari SFU
rumusnya :
n = vt/2D10^-3
limit satria Fu ada di rpm 12,909
limit sonic ada di rpm 13,347
bedanya tidak terlalu, berkisar 438 rpm

mari kembalikan ke asumsi awal, bahwa sonic performanya tidak akan diatas CBSF apalagi CBR
sonic memiliki potensi rpm yg lebih tinggi dari satria FU sekitar 438 rpm
ada 2 kemungkinan disini
1. bila AHM ingin benar benar membunuh SFU dr suzuki, mungkin peak power sonic akan dilepas di kitiran RPM 9,500, power sonic mungkin akan lebih besar antara 0,4-0,5 HP dr satria FU, tapi bila benar demikian, MUNGKINKAH nilai penjualan CBSF akan terganggu karna hal tersebut? dari garputala, penurunan power terbilang cukup jauh (memang berbeda sudut juga sih mesinnya, NVA, NVL, dan R15 lebih tegak dari MX) power turun HAMPIR 1,2 PS
jadi untuk kemungkinan ini, saya agak meragukan, walawpun saya sih seneng kalau sonic beneran 16,5 HP on crank (bisa bisa jadi bakal calon juara IRS terus terusan ini)
2. dari pembahasan di kemungkinan 1 tadi, dan ada kemungkinan (besar) juga berbedanya sudut gerak mesin antara sonic dan CBSF, mungkin peak power ada di rpm sekitar 9,200 dan memuntahkan tenaga sekitar 16,1-16,2 PS
untuk konsumsi bensin, sepertinya sonic akan tetap lebih unggul meskipun memiliki stroke yg lebih pendek, karna dari gossipnya kan injection, memang harus di akui, bahwa injection akan lebih mudah mencapai pembakaran yg sempurna dengan sensor sensor yg njelimet
so?
power lebih besar
motor lebih irit
kayaknya sonic benar benar ancaman untuk Satria FU (maaf ya om bond, analisa saya malah lebih mengarah AHM gigit suzuki, bukan garputala, he he)
dan untuk torsi maximum, mungkin hampir sama dengan satria FU
ya setelah dipikir, memang sepertinya sudah saatnya suzuki memikirkan masa depan si SFU, sudah dari tahun 2005-2015, dari masa CBU hingga CKD, saya tidak melihat perubahan besar

sekian ulasan dari saya. bukan untuk menghujani kritik pada suzuki, saya sendiri salah satu orang yg senang dengan suzuki, karna berani membuat gebrakan segar di tahun 2005 dengan menurunkan ayago bermesin DOHC 150cc, saya rasa kalau suzuki ingin melakukan gebrakan lagi, inilah waktu yang tepat

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 2)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

WARNING!!!
DALAM ARTIKEL INI MENGANDUNG KRITIK YANG SANGAT TAJAM KARNA AUTHOR SEDANG DILANDA KELABILAN DAN PERASAAN YANG CUKUP TIDAK MENGENAKAN, KARNA BARU BALIK SAHUR DAN DISEREMPET ALAYERS J@NCUK!!!!!

Melanjutkan artikel yg sebelumnya, pasti sadar dengan tulisan di awal “1. sebenarnya bla bla bla bla” tapi sampai akhir tak kunjung juga menemui “2. bla bla bla bla bla” yaps
memang artikel sebelum ini hanya dibuat sampai sana, takutnya panjang, karna pembahasan tentang isu jika diperinci akan sangat banyak, jadi saya buat berbuku buku

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel sebelum ini yang bertajuk ” Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)”

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

2. Bila memang pengembangan mesin baru menggunakan mesin Verza 150 membutuhkan dana yang JAUH lebih besar, sementara kita tau setiap APM biasanya mencari dana yg sedikit untuk memperoleh keuntungan sebesar besarnya, jadi langkah apa yg kira kira lebih irit yg akan ditempuh AHM tapi tetap bisa merealisasikan 250 2 silinder?
saya yakin pembaca yang budiman pasti ingat bahwa CS 1 sendiri sempat digadang gadang menggendong mesin turunan dari “Sonic”, dan pastinya pernah mendengar bahwa K56 adalah “CS 1 REBORN”, TBH, saya menyayangkat discontinuenya si “Domba Garut” padahal dari spesifikasi mesin dan bentuknya yg cukup unik, saya cukup tertarik, sayangnya memang harganya yg agak mahal untuk kelas 125cc di jamannya, nambah sitik wes dapet SFU, kira kira begitulah
masih ingatkah dengan spesofikasi si domba garut?
ini spesifikasinya bagi yg tidak ingat ๐Ÿ™‚

image

jadi apa hubungannya dengan si calon pendatang baru di kelas “Bebek Super”??
kan katanya K56 berkapasitas 150cc, si domba garut kan cuma 125??
monggo bandingkan dengan spesifikasi CB150RSF ini ๐Ÿ™‚

image

BINGGO!!! hampir mirip yah ternyata, yaps….
kalau di garputala seperti maxi dan vixi, memiliki kesamaan pada diameter crankshaft, bedanya kalau maxi vixi sudah sama sama menggunakan 4 valves, sementara untuk cesy hanya 2 valves dan si cebong 4 valves, dengan kata lain, bila si sayap ingin mengembangkan versi 150cc motor bebek, mungkin ini akan lebih membantu, perbedaannya juga tidak terlalu jauh, si sayap hanya tinggal menurunkan spesifikasi dari K15 dan K56, mungkin konsepnya sama seperti garputala yg mengatakan, si king MESIN BARU, ehhh pas brojol ternyata seperti down spec dari NVL, tapi ya ga down spek amat sih, buktinya malah part dr king dipasang di NVA, nah menurut saya, yg terjadi ini serupa, kalimat dr pihak AHM mengatakan MESIN BARU
tapi jika benar itu menggunakan mesin baru, saya yakin kedepannya malah makin repot karna riset akan lebih dalam bila dibandingkan dengan menggunakan mesin yg cetak birunya serupa tapi tak sama dan sudah digunakan untuk mengisi 2 line up AHM sekaligus, dan dari strategi ini, AHM juga akan mendapatkan banyak keuntungan untuk mesin 250 2 silinder, LOH KOK?!!
nah maka dari itu diatas saya jabarkan sedikit tentang si domba garut, 125 x 2 = 250cc, ya to? ditambah lagi pengembangannya bisa memangkas banyak biaya riset bila memang yg dirubah adalah SOHC to DOHC, see? akan sangat menguntungkan untuk si sayap dibanding meriset mesin baru atau menggunakan mesin verza 150 sebagai basisnya, tapi memang merubah SOHC ke DOHC tidaklah gampang, karna artinya akan merubah sudut antara klep in dan klep out dan lainnya (pembahasan DOHC dan SOHC inshaallah akan saya tuliskan di artikel lainnha, dan ga ketinggalan, pastinya tetap dengan rumus rumus fisika yg njelimet, saya akan tetap berusaha menjaga objectivitas saya)
jadi konklusi dari pertanyaan ke2 dari isu tersebut adalah “MUNGKIN yg dimaksud mesin baru hanyalah bagian bagian penyokong, bukan bentuk mesin, seperti merubah camshaft, atau merubah titik pengapian, atau bisa juga ukuran klep, dan lain sebagainya, karna yg saya duga, sonic 150 performanya tidak akan diatas CB150 atau versi berfairingnya, selain itu, bila melanjutkan riset mesin ini, AHM juga memangkas cost dalam biaya riset untuk 250cc 2 silinder, karna dari spesifikasi CS1 memiliki potensi yg baik bila memang ingin dibuat 2 silinder (sebenarnya saya bosan dengan 2 silinder 250cc dengan stroke pendek, tapi yasudahlah, itukan hanya harapan saya, wkwkwkwk). Bukan berarti tidak mungkin bahwa sonic 150 menggunakan mesin verza 150, tapi dari hal hal lainnya, sepertinya akan lebih besar kemungkinanannya bila menggunakan mesin K15 dan K45, masalah konsumsi bahan bakar irit atau boros, yaaa memang, bentuk mesin tidaklah bohong, tapi mau gimana? sedikit kritikan, inilah indonesia, dimana masyarakatnnya lebih percaya dengan CLAIM dari pada dengan spesifikasi yg sebenarnya bisa dibuktikan dengan pendekatan fisika, yg biasanya hasilnya tidak terlalu jauh dengan hasil real
oh ya, kritikan sedikit, bukan hanya untuk AHM, tp untuk semua ATPM, ada baiknya CLAIM CLAIM berlebihan tidak banyak dilontarkan, karna menurut saya, itulah salah satu faktor yg menyebabkan orang orang menjadi fanatik buta dan banyak yg menjadi “SOK RAJA” di jalan umum, apalagi dengan “Tag Line” demikian, saya bukan fans salah satu pabrikan, tapi hal hal seperti itu membuat saya jengkel
btw ada yg mau pinjem screen shot dari HP saya?
174 kpj via ulysse dan 173 kpj via android speedometer looh (di diablo malah 213), kan mayan buat bahan claim, tapi kalau mau pake bayar ke saya ya, buat beli motor, maklum motor saya baru kemaren ilang (curcol)

image

image

tanggunglah kalau claim cuma 151 kpj, tanggung juga kalau tag line cuma “Ini Jalan Penguasa”
wkwkwkwkwkwk

catatan kecil : kalau mau ngebut setidaknya pas jalan kosong ya, yg lebar luas, jangan mentang mentang make motor badai di gang kecil pada seruntulan, terpengaruh Tag Line atau Claim top speed kah?

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun sebenarnya saya lebih berharap AHM merealisasikan dengan mesin verza 150, tp ya kecil kemungkinannya

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Suara Penikmat Otomotif Tentang Isu Sonic 150 (Part 1)

Disclaimer : motor yg disorot adalah milik dari asal si ayago, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari pihak manapun, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau menyudutkan pihak manapun, sorotan didasari makin panasnya isu tentang objek yg akan dibahas

ada banyak artikel yg membahas K56 A.K.A sonic 150, ada yg menyebutnya “CS1 reborn”, mulai dari spy shot dr si ayago bersayap, hingga mesin apa yg akan digantungkan pada rangka motor
disini saya hanya mencoba memberikan sudut pandang lain terhadap salah satu spekulasi
“Mesin apakah yang akan digendong? akankah 2 silinder? akankah turunan dari K15 dan K45? atau seperti yg dibahas oleh James Bond?”

catatan : untuk kenyamanan anda saat membaca artikel ini, ada baiknya buka artikel yg dibuat oleh blogger yg lebih berpengalaman dari saya, alah satunya seperti yg sudah disematkan pada link diatas

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidak validnya data, dimohon untuk protes ke costumer pabrikan tersebut, bukan ke saya

1. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kata “ini mesin baru, bukan turunan dari K45 dan K15”?
menurut beberapa artikel, yg dimaksud adalah mesin 150cc 2 SILINDER
2 silinder? but the questions ARE….
mau berapa harga motornya (karna pasti biaya produksi lebih mahal dan sparepart juga akan mahal)
mau seloyo apa torsi(tau)nya?
loh kok loyo? ada penjelasannya kok ga asal claim
berkaca dari yg sudah sudah, bila kubikasi sama, maka stroke motor tersebut biasanya lebih pendek bila jumlah silinder lebih banyak, contoh Ninja 250
maka bisa diasumsikan r crankshaft bila K56 2 silinder m2a2r2 (karna sudut teta sama maka diabaikan), dari persamaan diatas maka jelas tau 1 lebih kecil dari tau 2
jadi bukan asal jeplak kalau torsinya akan mengecil di tiap RPM (kecuali motornya mau dibikin menjerit)
dengan kubikasi 150cc torsi kecil, apakah yakin motor tersebut akan sesuai dengan medan di indonesia? jalan kota perlu stop and go, jalan luar kota pun tidak semuanya dalam kondisi datar, jadi saya rasa kalau stroke si K56 ini terlalu pendek, mungkin dalam segi pasar akan loyo, tolonglah “Sayap” saya sudah mulai bosan mendengar jeritan motor dengan knalpot sangar yg berisik lalu lalang, ditambah dengan kubikasinya yg kecil, maka suara tersebut akan lewat di telinga saya lebih lama dengan intensitas yg lebih besar, saya juga butuh tidur (curcol)
menurut blogger ternama, ada kemungkinan motor tersebut menggendong mesin verza 150, karna dengan demikian akan mengejar torsi si King dari garputala (maaf kali ini untuk power saya kurang setuju, karna power Verza on crank sekalipun tidak sampai 14 HP)
apakah mungkin menggendong mesin verza?
ini spesifikasinya Verza 150

image

bore x stroke : 57,3 x 57,8
dari spesifikasi tersebut, jelas memiliki stroke yg panjang, hanya kalah 0,9mm dari Kingnya garputala, dari data diatas memang cukup mumpuni untuk mengejar torsi dari si King garputala (spesifikasi ada di artikel saya sebelum ini), tp mungkin tidak untuk melewatinya bila torsi maximum di set sama seperti king garputala
menurut saya “Mungkin”, jika benar akan dibubuhi 4 valve yg artinya pengoptimalan ruang udara yg sudah bercampur bensin yg masuk kedalam ruang bakar, maka sonic 150 bisa menaklukan King si garputala di jalan umum, LOH KOK? bila torsi per rpm tidak terpaut terlalu jauh dan dengan body ayagonya yg ringan (diasumsikan lebih ringan dr king garputala) wahhh, ntahlah, itu motor mungkin dijalan umum bisa seperti belalang semba yg sentak sedikit ngangkat
tapi kalau demikian, maka asumsi 2 silinder yg dimaksud untuk kepentingan honda riset 250cc 2 silinder akan terpatahkan dengan sendirinya, LOH KOK??
IMHO, bila yg digondol adalah mesin verza, maka honda perlu riset kembali untuk mesin 250 cc 2 silinder, karna setau saya belum ada motor honda yg menggunakan stroke 57,8mm untuk mesin 125cc (CMIIW), memang akan luar biasa torsinya (untuk kelas 150cc saya ragu bisa melebihi king garputala bila torsi maximum di dapat di rpm yg sama atau lebih rendah)dikelas 250cc 2 silinder, tapi ya apa ga kepanjangan strokenya? jadi untuk apa 2 silinder? lagipula sepertinya akan timpang, pistonnya mau sekecil apa?
hitung hitungan ringan
V = pi x r^2 x stroke
125mm^3 x 10^3 = pi x r^2 x 58,7mm
maka r = akar dari 125mm^3 x 10^3 / ( pi x 58,7)
r = 26mm
maka diameter piston sekitar 52-53mm (mesinnya mungkin akan terlihat lebih slim dan tinggi dibandingkan R25 dan N250FI)
kecil ya, bahkan MX 135 pun memiliki diameter piston 54mm, artinya lebih kecil sekitar 1-2mm
not really a square engine, tetep terlihat seperti overstroke engine
ya monggo itu urusan si sayap, mungkin kalau si sayap mau menggelontorkan dana yg agak besar, baik pasar 150 maupun 250 akan semakin menarik (pastinya saya akan menjadi salah satu orang terdepan untuk melihat terobosan si sayap bila 250cc 2 silindernya benar benar memiliki spek 2x53x58,7
karna perkiraan saya mesin tersebut bisa jadi lebih irit dari CBR 250 1 silinder yg sekarang, walawpun kayaknya powernya ga di atas si cibier 250)

sekian ulasan dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini hanya meramaikan isu isu yg ada di bidang otomotif skrg skrg ini, walawpun masih ada keragu raguan apakah benar K56 adalah up grade version dari Verza 150

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya

Komparasi dan Analisa Yamaha Jupiter MX 150 (KING) V Suzuki Satria FU 150

Disclaimer : ke2 motor yang dikomparasikan adalah milik dari masing masing asal si ayago/bebek super, saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari 2 belah pihak, tidak ada juga niat untuk mendiskriminasi atau mengarahkan konsumen pada 1 pilihan, komparasi berdasarkan kesamaan segmen dan harga pada masing masing produk

Maret 2015 adalah tanggal dimana Suzuki Satria FU mendapatkan “Saingan” dalam kelas 150cc bebek mesin berdiri, setelah 10 tahun melenggang sendirian, si ayago ini slalu dibandingkan performanya dengan yang berbeda segmen
tapi BULAN MARET 2015 ini, Yamaha Indonesia memberikan lawan yang berada di KOLAM HAMPIR sama dengan reborn FXR 150
berikut analisa saya

data diambil dari website resmi masing masing produk, apabila ada protes karna tidam validnya data, dimohon untuk protes ke costumer care 2 pabrikan tersebut, bukan ke saya

langsung to the point
ini screen shot yg diambil dari web site resmi Suzuki Indonesia berkenaan spesifikasi Satria FU 150

image

dan ini spesifikasi Jupiter MX 150 diambil dari website resmi Yamaha indonesia

image

Komparasi I
Dimensi : SFU 150 V MX 150
panjang 1940mm V 1970mm
lebar 652mm V 670mm
ketinggian terendah dari tanah 140mm V 135mm
seat high 764mm V 780mm
berat kosong : 95kg V 116kg
Ulasan 1
dari segi dimensi memang terlihat si pendatang baru memiliki ukuran secara overall maupun head to head lebih besar dari si pendahulu
untuk panjang dan lebar MX memiliki kelebihan 30mm dan 28mm, cukup jauh yaitu sekitar 3cm dari SFU
jarak terendah dengan tanahpun sama, MX lebih rendah 0,5cm dari tanah dibanding SFU, sedangkan posisi duduk MX lebih tinggi 1,6cm
dari outlook saja sudah bisa memastikan MX lebih berat, dan benar saja, berat kosong MX lebih berat 21kg (cukup jauh), tp dari website tidak diberitau apa itu berat kosong atau sudah terisi bensin, biasanya sih kosong
sudah jelas, dalam penempatan saat parkir atau di jalan raya yg mumet, MX lebih ribet dibanding SFU, bagi saya yg TB/BB nya 176cm/55kg sih mungkin ga masalah, berhubung saya sendiri sudah terbiasa bawa motor yg berbobot kosong antara 124,5kg-146kg, tapi mungkin bagi mereka yg memiliki porsi tubuh lebih mungil dan kerempeng, agak kasian juga kayaknya kalo belum terbiasa, he he
tapi dimensi dan berat MX mungkin akan lebih berguna saat berada di jalan lingkar luar atau antar kota yang biasanya luas dan anginnya cukup kencang, dari bentuk dan bobot saya menilai MX akan lebih nikmat dibawa jauh dibanding SFU terlepas dari riding position, SFU mungki lebih cocok di jalan agak macet atau di sircuit yg tertutup dikarnakan bobot dan bentuknya yg lebih mungil dari pesaing barunya

Tidak Validnya Ulasan 1:
1. dari beberapa sumber, bahkan dari brosur yg saya download sendiri dari websire suzuki, berat kosongnya adalah 107kg, saya tidak tau mana yang valid karna belum pernah nimbang
2. bila para barang yg dikomparasikan sudah berbeda dengan spesifikasi pabrik, semisalganti arm, ganti velg, ganti ban, dll

komparasi II :
Rangka : SFU 150 V MX 150
jenis rangka N.a V backbone
suspensi depan = teleskopik (ukuran tidak ada data)
suspensi belakang = lengan ayun (jenis dan ukuran tidak ada data)
rem depan dan belakangย  = cakram (jenis dan ukuran tidak ada data)
ban depan 70/90 38S V 70/90 MC 38P
ban belakang 70/90 38 S V 120/70 MC 38P
ulasan II :
sangat disayangkan tidak ada data tentang jenis rangka yang menopang SFU dari website resminya, karna dari bemtuk rangka biasanya akan terbayang rasa rasanya bawa motor ini, baik di jalan lurus maupun saat cornering, jadi mungkin komparasi Feel yg berfaktor dr rangka ditunda
dan data lain seperti suspensi, arm yg digunakan dan jenis rem juga tidak ada data, jadi tidak bisa membandingkan rasanya lebib kinyis mana ngerem pake SFU atau MX
yang jelas disini adalah pada ban bawaan pabrik (biasanya cuma bertahan 1-3 tahun)
untuk ban depan satria jelas unggul, meskipun dengan lebar dan tinggi yang sama, tapi kode kecepatan maximumnya adalah S, yaitu 180kpj, artinya ban ini aman digunakan dengan kecepatan 180kpj selama 1 jam dengan bobot maximal kode 38 yang, yaitu 132kg, sementara MX hanya mencapai 150kpj (kode P) dan bobot pada ban adalah 132kg
sementara di ban belakang MX saya rasa lebih unggul, dengan tapak yang lebih lebar dan tinggi, bisa dibayangkan, ban belakang MX jauh lebih kekar dari satria FU, memang limit kec maximumnya SFU lebih tinggi dari MX, masih sama seperti ban depan, kisaran 30kpj, tapi melihat spek mesin dan kondisi jalan di indonesia, saya rasa mantengin kecepatan 120kpj selama 1 jam agak sulit, he he, keunggulan jelas ada pada kode beban maximum ban, yaitu 180kg, ditunjukan dengan kode 58
sayangnya tidak diketahui, apakah ban SFU soft atau medium compound
dari data diatas sudah menjelaskan kenapa di awal saya mengatakan di kolam yang hampir sama, bukan di kolam yang sama, perbedaan bobot maximum pada ban belakang antara MX dan SFU cukup jauh, hampir menyentuh angka 50kg, sementara dr data dimensi MX hanya lebih berat 21kg, artinya masih ada simpanan 27kg
bila saya yang mengendarai
bobot satria 100kg dengan bensin dan saya 55kg
maka jelas bila saya bawa di kecepatan tinggi terus menerus, motor akan terasa lebih bouncing dibanding saya membawa MX 120kg dengan bensin di kecepatan yang sama, ulasan ini tidak bertentangan dengan ulasan 1
tapi ini bukan berarti MX lebih unggul, masa iya saya bawa motor dengan kecepatan 150kpj dalam 1jam secara konstan, 120 aja udah merinding, apa lagi di jalan indonesia
dari 2 ulasan sudah menjelaskan memang MX dan SFU berbeda kegunaan
SFU sendiri lebih ke arah kemacetannya indonesia, atau sekalian mau di sircuit melirik dr kode ban yg sudah ajip, sementara MX sendiri lebih diperuntukan membawa beban yg lebih berat dr SFU dan lebih nyaman dibanding SFU bila ingin dibawa keluar kota

Tidak Validnya Ulasan II :
berhubung tidak ada data lain selain data ban yang cukup jelas, maka ada banyak faktor yg membuat ulasan tidak valid, apalagi kalau konsumen sudah mengganti ban dengan kode berbeda dari std pabrik

mari beralih ke sektor PANAS
KOMPARASI III :
SEKTOR MESIN!!!
ya inilah yang biasanya menjadi perbincangan hangat dan menjadi sorotan publik, tidak heran baik dari iklan media cetak, visual dan audio, sektor ini yang paling ditegaskan oleh para produsen motor
mari dibahas dengan adem
SUZUKI SATRIA FU V YAMAHA JUPITER MX 150
Cylinder Head : DOHC 4 Valve V SOHC 4 Valve
Cylinser Block : piston 62mm V piston 57mm
Crankcase : 6 speed, 48,8mm crankshaft V 5 speed, 58,7mm crankshaft
Pengapian : CDI V ECU
Suply bahan bakar : Karburator V Injection
Tenaga yang dihasilkan : 16 tenaga kuda pada rpm 9,000 V 15,4 tenaga kuda pada rpm 8,500
Torsi yang dihasilkan : 124 Nm PADA RPM 8,500 V 13,8 Nm pada rpm 7,000
Kubikasi : 147,3 cc V 149,8 cc
ULASAN III :
bila dari ulasan I sedikit perbedaan antara SFU dan MX
lanjut ke ulasan II pun masih cukup sedikit perbedaan karakter SFU dan MX
kali ini di ulasan III hampir semuanya berbeda, persamaan ke2 motor hanya pada jumlah klep yang digunakan
untuk pembahasan DOHC dan SOHC akan saya skip, kalau dibahas akan sangat panjang, ada baiknya pembaca langsung buka blog/website yang membahasnya secara detil, secara singkat memang DOHC diperuntukan untuk mempermudah jalur masuk bahan bakar maupun udara baik masuk maupun keluar ruang pembakaran, tapi tidak bisa langsung menjudge DOHC lebih baik dari SOHC, karna pada realnya, tenaga pada mesin tidak hanya dihasilkan dari 2 faktor tersebut
bentuk mesin
bila digambarkan secara sederhana, maka bentuk mesin SFU lebih “Bantet” dibandingkan MX, dengan diameter silinder 62mm, dan MX hanya 57mm, perbedaan diameternya sekitar 5mm atau sekitar 1/2cm
sementara untuk tinggi silinder, SFU hanya 48,8mm, lebih pendek 9,9mm dari MX, hampir 1cm beda tinggi silindernya
apabila dianggap v piston maximum sama, maka jelas SFU mampu menyentuh limiter rpm lebih jauh dari pada MX, jelas terlihat pada peak power SFU berada di rpm 9,000 sementara MX hanya ada di rpm 8,500
perbedaan panjang kruk as juga berdampak pada torsi, HANYA SAJA dalam data dari website resmi suzuki ada keganjilan, yaitu besar TORSI yang dihasilkan yaitu 124 Nm, asumsi saya, suzuki salah memberi koma pada data di website, atau salah menggunakan ukuran, bila salah menggunakan ukuran, maka torsi maximum adalah 12,7 Nm, bila salah penempatan koma, maka torsi maximum 12,4 Nm, memang secara fisika bukan tidak mungkin SFU mendapatkan torsi 124 Nm pada rpm 8,500, torsi sendiri dipengaruhi oleh I (moment inersia)
I = konstanta x massa x jari jari kuadrat
dari jari jari kruk as sudah jelas unggul MX, mungkin suzuki punya senjata rahasia seperti batu akik? he he, JK (just kidding)
yang jelas dibutuhkan massa dan bentuk yang luar biasa untuk mendapatkan torsi 124 Nm pada putatan mesin 8,500 dengan jari jari kruk as hanya 24,4mm
berhubung saya sudah pernah memegang kruk asnya SFU, saya asumsikan website yang salah memberikan informasi
torsi maximum MX didapatkan di putaran mesin yang lebih rendah, dan MX juga memiliki torsi yang lebih tinggi dari SFU
torsi sendiri seperti tenaga yang digunakan untuk menggerakan benda tersebut
artinya semakin besar torsi, maka semakin mudah benda tersebut bergerak
dari sisi ini maka MX terkesan lebih LIAR dari satria FU, tidak dibutuhkan plintiran gas yang besar untuk merasakan tenaga yang diinginkan dibandingkan feelnya saat membawa satria FU, buka sitik wes langsung josshh
dalam teack lurus jalan datar mungkin tidak akan terlalu terasa, tapi beda cerita kalau udah naik turun belak belok kayak di gunung kidul / sumedang – nangor, dari spek mesin MX lebih superior dibandingkan SFU, bagaimana dengan konsumsi BBM? katanya makin gede tenaga makin boros? belum tentu
MX sudah injection, dibandingkan SFU yang masih karbu, seharusnya MX bisa lebih efisien dalam penyemprotan bahan bakar, disokong dengan torsi yang besar, artinya tangan kanan gausah mlintir jauh jauh, jika style riding disamakan, ada kemungkinan MX lebih irit dibanding SFU, perkiraan dari saya sendiri cukup jauh, MX bisa berjalan lebih jauh dari SFU sejauh 10km dibandingkan SFU dengan bensin 1 liter, bahkan mungkin lebih, estimasi saya
SFU perlu 1 liter untuk berjalan sejauh 35-40km
MX perlu 1 liter untuk berjalan 45-50km
jadi apa mesin MX lebih unggul? eits belum tentu
masih ada ratio yang belum dibahas
SFU memiliki 6 gear sementara MX hanya 5, jelas dalam performa SFU lebih merata dalam penyaluran tenaga dibanding MX, ini menutup kekurangannya sebagai mesin overbore, didukung dengan limit rpm yang tinggi, pemerataan tenaga di setiap gear akan sangat membantu dalam performa
final conclusion??
2 mesin ini sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing
memang dalam tenaga maximum MX dan SFU hampir sama, tapi dilihat dari bobot kosong, maka jelas power to weight SFU unggul (meskipun dengan data 107kg), dalam gearpun sama, ada kemungkinan dalam track lurus panjang dan datar, performa SFU akan mengungguli MX, tapi cerita akan berbeda bila 2 motor ini diajak naik turun gunung belok belok, meskipun MX bannya agak jomplang tapi bila rider sudah fit dengan keadaan tersebut, justru keadaan tersebut bisa dimanfaatkan saat menikung (pengalaman pribadi, motor saya soalnya ring depan 17 inc, belakang 18 inch) memang akan lebih berat, tp kalo udah biasanya ya nikmat sendiri, berasanya bener bener mantep napak tanah pada ban belakang
perkiraan pada drag test
200m
1. MX
2. SFU
300m
1. SFU
2. MX

so? which “ayago” will be the best “ayago”?
2 2nya terbaik, tergantung tujuan membeli motor

hasil komparasi secara umum :
2 motor ini hanya berada di segmen yang hampir sama, bukan sama, jelas 2 motor ini dibuat untuk peruntukan yang berbeda
SFU sendiri mungkin akan lebih cocok untuk orang yg bertubuh mungil, dengan bobot ringan akan lebih mudah dikendalikan terutama dijalan sempit dan macet, memang agak kurang nyaman menggunakan mesin overbore untuk stop and go, akan lebih kurang nyaman saat boncengan atau bawa beban berat, mesin akan lebih sering meraung meminta rpm ditinggikan, tapi dilirik dr maintenancenya, saya sendiri prefer merawat motor karbu, bisa seting karbu sendiri, bisa bersihin karbu sendiri, ga ada water coolant juga SFU ini, jadi gausah mikirin air di radiator kurang apa engga, untuk anak anak SMA atau yang agak males ngerawat motor kayak saya cocok, he he
MX mungkin lebih cocok untuk orang yg seneng jalan jauh tapi santai dan gamau pake motor batangan, dengan kapasitas tangki 4,2 liter bila perhitungan saya benar, maka full tank MX cukup untuk saya gunakan pulang pergi tembalang-yogyakarta, atau kalau mau aman ya isilah sekali pas di yogya, perawatan ya lebih detil, harus ngecek apakah air radiator kurang atau tidak, ECU sendiri memiliki beberapa tanda bila ada kerusakan, dan saya agak males ngapalin kedipan kedipan menggoda di panel speedo, service juga gabisa sendiri, bawa ke Beres atau bengkel lain yang sudah bisa service motor FI, berhubung saya anak kost yang pemalas, motor ini kurang cocok dengan manusia seperti saya yang doyan “Ngulet” di kasur

sekian analisa dari saya, semoga tidak menyakiti pihak siapapun, tujuan utama tulisan ini adalah membantu saya saat ada orang menanyakan mau beli MX atau SFU di FR2 kaskus, jadi tinggal tak copast, he he

bila ada kesalahan mohon dimaklumi
bila anda senang dengan tulisan saya, beritau orang lain, bila anda kecewa, beritau saya