Arsip Kategori: cerpen

istri yang setia

catatan : penulis tidak mengambil dari sebuah kisah nyata. melainkan dari oengalaman pribadi, beberapa rekan penulis, ditambahkan khayalan khayalan penulis, bila ada kesamaan dan atau kemiripan nama, tempar, kejadian, sepenuhnya bukan disengaja okeh penulis, tujuan dari cerita pendek ini murni untuk renungan, bila ada kekurangan silahkan hubungi penulis, trimakasih

Intro :
Namaku putra, berasal dari keluarga yang entah bahagia atau tidak, dari segi ekonomi, keluargaku tidak kekurangan, bahkan bisa dibilang berkelebihan, dari segi agama, aku juga tidak merasa kekurangan asupan religi dari keluargaku. Aku memiliki seorang adik laki laki, berbeda 3,5 tahun, tidak cukup jauh, ya selayaknya saudara laki laki, ada kalanya kami bertengkar dan tertawa bersama. Terdengar seperti keluarga yang norma, tapi tidak ada sesuatu yang berjalan sempurna

Aku menemukan sesuatu yg terus membuatku berfikir aku adalah aib. Terkadang hal ini memnjadikan relasiku dengan keluargaku sendiri memburuk. Tertekan dan berfikiran negative membuatku terjerumus pada dunia malam di kota luar biasa ini, dimasa umurku yang masih belasan, aku sudah turun kejalan, mengenal liarnya roda malam berputar rangka bermesin, iya, balap liar

Dunia mesin bukanlah hal asing bagiku, melihat ayahku yang memiki mobil tua bermesin 600 tenaga kuda membuatku semakin asik dengan roda 2ku, tapi permasalahan bukan pada track lurus dan suara berisik, tapi pada “Pride“. Bukan rahasia, dimana ada balap liar, disanalah geng geng moror berkumpul, dan aku adalah salah saru dari mereka. Perkalhian demi perkelahian adalah sampinganku sebagai “Joki“, tidak akan heran meliharku sebagai pemecut kuda besi ini berkelahi secara brutal, hal ironi yang akhirnya membuatku sulit menjalin relasi di bangku putih biru, bahkan aku yang cukup dikenal guru guruku sebagai orang cerdas tidak mampu mengimbangi yang lain dari segi akademik, membuat putih abuku terlempar ke sekolah yang dipenuhi anak sejenisku

Putra, putra putra putra, hampir setiap malam minggu turun kejalan untuk meramaikan balapan, hingga terkenal dengan si mata kicep, bukan karna aku buta sebelah atau kelainan pada mata, tapi tungganganku yang slalu sebelah matanya. Reputasi yang cukup dikenal dikalangan anak motor membuatku semakin dekat dengan hal yang lebih gelap dari narkoba, bahkan aku kenal dengan salah satu bandar. Hidup luntang lantung tidak jelas, dan karna brutalnya diriku, aku dikeluarkan dari sekolah itu. Ayahku memindahkanku ke sekolah yang lebih baik, menurut pandanganku, sekolah itu hanyalah sekolah sekumpulan anak cupu bermobil dan modis, mereka bahkan tidak tau bagaimana memacu kuda besi 2 silinder yang cukup tenar dikalangan anak muda indonesia, sebuah tempat yang menurutku penghinaan memasukanku ke sekolah ini, ke tempat dimana aku merasa terkekang. Tapi bukan tanpa raport hitam, hasilnya aku membaik disekolah ini, ayahkupun memasukanku ke sekolah balap dan berhasil menjuari beberapa balapan kelas lokal hingga provinsi, sebagai imbalan aku mau menurutinya, lucu memang, syararku masuk ke sekolah itu adalah membiarkanku tetap dengan kuda besiku

Ujian nasional mendekat, Alhamdulillah aku lulus, dan bersiap menghadapi test perguruan tinggi, dengan les yg menurutku cukup nyaman suasanya untuk belajar, tp tetap aku berfikir, ini bukanlah tempatku, aku seharusnya ada di aspal kaku. Satu satunya alasan aku tetap mengikuti ayahku karna aku tertarik dengan seorang perempuan, kerudungnya yang menjulur, dan sikapnya membuatku nyaman, kasta rendahku membuatku tetap jauh dengannya, hal ini terus berlangsung hingga kami terpisahkan jarak

Perempuan yang luar biasa, bahkan demi bangun pagi berangkat les, aku rela tidak keluar malam, perlahan tapi pasti. Aku mulai meninggalkan kuda besiku, bahkan menurunkan tenaga yg dia miliki. Aku berhasil masuk perguruan tinggi ternama, dan lulus dengan nilai yang tidak begitu buruk, aku memang masuk jurusan yg bukan bidangku, sehingga aku pikir wajar aku tidak menyentuh 3,5. Aku dipertemukan kembali dengan perempuan itu, dan akhirnya menikah dengannya setelah berhasil menyicil rumah murah 2 kamar

Awal bahtera :
Tahun 1
diawal pernikahanku, aku sulit mendapatkan penghasilan yang cukup, kondisi fisik istriku juga kurang memadai untuk terus bekerja sepanjang waktu membantuku dalam mencari nafkah, kami berkomitmen untuk menunda memiliki momongan, sungguh baik nasibku, mungkin bayaran dr Allah yang melihatku berhasil meninggalkan kebiasaam buruk untuk berpacu dalam jarak 201m, sebuah anugrah luar biasa, aku menikahi perempuan yang begitu sempurna, dia bahkan tidak mengeluh sedikitpun tentang keuanganku yang cukup tersendat, dia slalu mengingatkanku untuk beribadah, tidak pernah terlewat, bahkan dia tetap melayaniku saat dia sedang tidak menginginkan menerima syahwatku, dan tidak pernah lupa olehku untuk mengecup dahinya dipagi hari
Tahun 2
keuanganku mulai membaik, kami mulai menabung dan mempersiapkan untuk memiliki momongan, tidak ada kebiasaan rutin yang terlewat, bahkan tetangga kami ikut bahagia melihat keharmonisan kami, mengecup dahinya saat terbangun dari tidur dan saat sebelum dia berangkat kerja, komunikasi tetap terjaga, bahkan semakin intim, disaat saat tertentu, dia tidak lupa memberikanku buku buku berharga yang menjadi vitamin untuk ruh ku, perbincangan semakin hangat, keluarga kecil yang harmonis
Tahun 3
keuangan yang terus membaik membuat tabunganku cukup untuk biaya melahirkan istriku, di tahun ini kami berencana untuk memiliki anak pertama, memastikan hubungan kami semakin intim, bahkan istriku sangat bersemangat saat diajak kedokter untuk mengikuti program dari dokter, perdebatan kecil tentang nama bahkan sudah ada sebelum mendapatkan hasil 2 garis, lucu, tertawa bersama saat berdebat gender anak yang diinginkan, keinginanku memiliki jagoan laki laki untuk menemaniku dalam hobiku, dan keinginannya memiliki putri cantik untuk menemaninya saat memasak dan membereskan rumah, kami bahagia, hidup dengan tenang, penuh canda, hingga akhirnha aku mengalah dan sudah mempersiapkan dana untuk mendekorasi ulang rumah kami menjadi lebih feminim, bahkan ada satu kejadian lucu, saat aku pulang kerja, dia langsung melantunkan musik tua dari Maher Zain berjudul “Number One”, lagi ini ditujukan untuk seorang ibu, lalu dia menggodaku “kelak anak kita akan menyanyikan lagu ini untukku, ayahnya payah, main gitar saja gabisa” kami tertawa dengan riang dihari itu
Tahun 4
sudah 1 tahun menanti, tapi istriku belum kunjung hamil, tapi ini tidak mengurangi rasa cintaku padanya, bahkan saat dia merasa mual karna makanan masakanku kurang baik, atau saat melewati jalan yg berliku, dia berkata “aku harus ke kamar mandi, siapa tau hasilnya positif?” candanya sambil menahan mual, dan kamipun tertawa, rutinitas pagi hari slalu ada, mengecupnya, membelainya dengan kasih, memang ditahun ini sudah ada desakan dari keluarga kami untuk segera memiliki momongan, terlebih istriku adalah anak pertama dari 3 saudara, adikku juga ingin menikan tahun ini, adikku slalu menggodaku “jangan sampe ade duluan ya kaaa” kami tertawa, bahkan mertua kami memberikan kami kamar exklusif yang jauh dari mereka dengan alasan tidak ingin mengganggu kemesraan kami, sebenarnya hasil dari dokter menunjukan kami ber2 sehat, tidak ada yang mandul, tapi memang belum diberikan oleh sang maha kuasa, kami tidak merasa tertekan, dan menganggap ini adalah hadiah dr Allah untuk menikmati masa muda kami, bahkan sampai adikku menikah, belum ada tanda bahwa istriku hamil

Pelangi sebelum badai :
Tahun 5
keuangan kami luar biasa baik, dan kami merasa siap lahir batin untuk memiliki anak, kami menjalankan program dengan baik, keluarga kami menunggu cucu pertama mereka dengan antusias, hal itu tidak menjadi tekanan bagi kami, justru membuat kami tertawa dan semakin romantis, kami memutuskan untuk membeli sebuah mobil sendiri, dia menggodaku “masa kalau aku mau melahirkan nanti kamu nganterin aku pake motor? atau mau pinjem mobil sana sini, kan ga lucu” kami tertawa, dan sepakat membeli sebuah mobil sedan yang memiliki nilai history tersendiri untukku, sebuah produk dari jepang, Mazda 323 interplay produksi tahun 1991 berwarna hitam, rumah kamipun sudah terlihat feminim, mempersiapkan kelahiran putri kami, hingga akhir tahun akhirnya Allah memberikan garis 2 pada alat itu, bahagianya kami hingga hingga langsung membeli kereta bayi, tempat tidur bayi, mainan bayi, dan lain sebagainya. dekorasi rumah kami seperti taman bermain untuk bayi, bahkan mertuaku sering menggodaku “besok abah udah punnya cucu sepertinya” bahagianya kami dimasa itu
Tahun 6
kebahagiaan terus terpancar dari wajah kami, tak lupa aku stel musik klasik, kata orang dulu, musik klasik baik untuk janin, bahkan istriku marah ketika aku tidak sengaja menyetel musik lamaku seperti “Let it go” yang di cover oleh band metal Betraying the Martyrs, tidak bosan bosannya aku mengelus perut istriku, padahal di awal tahun itu masih tidak terlalu terlihat dia sedang hamil, playlist kami dipenuhi oleh mozart dan bethoven, perbincangan kami tidak jauh dari perdebatan aku yang ntah kenapa menginginkan kembali anak laki laki, akhirnya dari data USG, istriku menang, kami mendapatkan tuan putri baru, aku tidak kecewa, justru aku tertawa diruangan itu dan tanpa malu berkata “ini untuk kemenanganmu” aku mencium pipi istriku di depan dokter wanita itu, dokter itu terlihat iri dengan kemesraan kami, tak pernah sekalipun aku melepas pengawasan terhadap istriku, sebisa mungkin aku ada disana, bahkan aku melepas pekerjaanku dan beralih menjadi free lancer dan membuka sebuah bengkel dekat tempat tinggal kami, saat istriku yang hamil besar, aku semakin rewel dan menjaga dengan extra istriku, kali ini benar benar slalu kugandeng tangannya, senyum dari kami ber2 slalu hadir, hingga hal yang tidak diinginkan terjadi
aku dibelakang kemudi, di jalan bebas hambatan, aku berjalan pelan mengikuti aturan batas minimum kecepatan, ya mungkin lebih cepat 10km pada speedo mazdaku, dengan alunan musik klasik, kami berjalan santai, dimasa itu, hanya mobilku lah yang tidak bisa berkomunikasi dengan mobil lain, sebuah teknologi luar biasa dari Amerika untuk berkomunikasi satu sama lain dengan tujuan menghindari kecelakaan, tak ada firasat buruk saat itu, mobil mobil listrik terus menyalipku dari sisi kanan, dan terjadilah kejadian itu, kejadiannya sangat cepat, aku tidak terlalu ingat persisnya, mobilku dihantam dari belakang, mobilku pun menghantam pembatas jalan hingga akhirnya kami terpelosok ke jurang, aku tersadar dirumah sakit, tanpa ingat apa yang terjadi, aku langsung berusaha bangun dan mencari istriku, aku ditahan oleh perawat dan mengatakan bahwa tangan kananku patah dan fisikku belum cukup baik untuk bangun, dia mengatakan padaku, aku koma selama 1 minggu, beruntung aku berhasil selamat, karna ternyata ada serpihan kaca yang menyobek leherku dan melukai tenggorokanku, akupun mulai ingat, saat kecelakaan aku langsung memegang tangan istriku, istriku terlihat panik dan mengucapkan 2 kalimat syahadat berulang, saat membentur pembatas jalan mobil kami terpental, dan karna aku kehilangan banyak darah aku pingsan, aku memaksakan diri untuk bangun dan mencari istriku, suster mengatakan istriku selamat dan sekarang sedang dalam pemulihan, aku meminta untuk bertemu istriku tapi tidak diijinkan, aku memaksa dan akhirnya diperbolehkan menemui istriku, aku melihatnya terbaring di kasur putih itu, aku mendekatinya sembari bersyukur dia selamat, aku menangis melihatnya dan berulang kali mengatakan maaf, dia tidak bergeming, aku ketakutan saat itu, terus meminta pertolongan pada yang maha kuasa, esoknya aku dijelaskan oleh dokter yg menangani istriku, dia mengayakan bahwa istriku mengalami trauma mendalam, kecelakaan itu membuat kami kehilangan tuan putri kami, tapi itu bukan bagian terburuk, salah satu ovariumnya ternyata terluka dan mengharuskan untuk diangkat, dan dokter mengatakan padaku, mungkin aku sulit bagi kami untuk memiliki anak, aku mendekati kembali istriku, dan menangis disisinya, mengatakan maaf maaf maaf dan maaf, akhirnya kami diperbolehlan pulang, saat kondisi istriku mulai stabil, aku memberitau keadannya yang sebenarnya, lalu dia berkata “ada baiknya kamu mencari istri yang lain, aku tau kamu sangat menginginkan jagoan untuk menemanimu”
seperti tersambar petir, sudah terkuras air mataku saat aku tau aku hampir membuatnya terbunuh saat aku ada dibelakang kemudi, kini aku menghadapi kalimat yang sangat tajam, inilah pertama kalinya aku tersakiti oleh istriku

-bersambung, artikel ini akan penulis lanjutkan bila ada waktu lagi untuk melanjutkannya

Sebuah Percakapan di Restoran Ternama

di pagi hari yang cerah di kota pantai, sebuah kota yang luar biasa indah dan menjadi tujuan turis dari berbagai dunia, Andrew adalah pengusaha sukses, dia memiliki beberapa usaha di beberapa bidang, sudah menjadi rutinitas paginya untuk berkunjung ke sebuah bar milik temannya, Darwin
satu hari datanglah seorang mantan orang kaya yang kemudian bangkrut dikarnakan berjudi, datang ke bar tersebut mengenakan pakaian compang camping, Jaden, itulah nama akrabnya

hari 1 :
pukul 09.00 Jaden masuk ke dalam bar meminta air kepada Darwin
Andrew : lu ngapain disini?
Jaden : maaf, saya cuma mau meminta sedikit belas kasih untuk sarapan
Andrew : ada uang emangnya?
Jaden : maaf, sudah habis semua
Darwin : ah sudah sudah, berisik, nih kopi sama cemilan
Andrew pun pergi ntah kemana

hari 2 :
pukul 08.45
Andrew datang ke bar milik Darwin, memesan apa yang biasa dia pesan, dan terjadi percakapan
Darwin : lu kemaren kemana bro? kok ilang gitu aja? biasanya ampe tengah hari disini
Andrew : ada urusan gw
Darwin : napalu? ga nyaman sama si Jaden?
Andrew : halah urusan amat, lagian siapa yang bisa nyaman dengan penjudi macam dia
pukul 09.00 Jaden kembali datang, dan percakapan kemarin terulang hingga akhirnya Andrew pergi tanpa menghabiskan sarapannya

hari 3 :
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : lu ngapain kemarin? keras amat lu sama di Jaden
Andrew : ah urusan gw, ga seneng gw sama si penjudi
Darwin : kasian dia, dia kemaren cerita sama gw, dia udah taubat, ga mau judi lagi
Andrew : ah alibi, dia ada duit dia judi lagi, lu gatau ape anak laki lako gw ampir ancur gara gara tu orang? dibawa maen judi
Darwin : ga gitu, kemaren dia ada cita cita bagus loh mau bikin usaha mabel
pukul 09.00 Jaden datang dan percakapan 2 hari terakhir terulang hingga Andrew pergi

hari 4 :
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : udah lah gausah keras, dia kan temen kita di SMA juga
Andrew : berisik… urusan gw
Darwin : jangan gitu, dia sekarang kerja serabutan buat cari modal bikin mabel, tiap malem dia kesini untuk tidur, gamungkin dia berjudi
Andrew : ngapain dia kesini malem malem? rumahnya kemane?
Darwin : baru kemarin siang rumahnya di segel pengadilan
pukul 09.00 Jaden datang, dan percakapan 3 hari terakhir terulang hingga Andrew pergi

hari 5
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Andrew : semalem dia Jaden tidur disini lagi?
Darwin : iya
Andrew tidak menjawab, hanya membalikkan kursi dan melihat ke arah laut kuas
jam 09.00 Jaden kembali datang, kali ini tanpa berkata apapun Andrew langsung pergi

begitulah rutinitas dipagi bar tersebut berulang

hari 31
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : sudah sebulan, dengar dengar Jaden sekarang sudah menyewa sebuah rumah kecil di ujung jalan ini
Andrww : oh, paling hanya dijadikan tempat berjudi olehnya dan teman temannya
Darwin : siapa yang tau?
09.00
sama seperti hari kemarin, Andrew langsung pergi saat Jaden datang
pukul 22.00
Darwin melihat Andrew berjalan menuju ujung jalan

hari 32
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, tidak ada percakapan, hanya diam
pukul 09.00 Jaden datang dan Andrew langsung pergi
pukul 22.00 Andrew melintas di depan bar menuju ujung jalan

begitulah rutinitas tersebut berulang

hari 38
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, tidak ada percakapan, hanya diam
pukul 09.00, Jaden datang dan Andrew langsung pergi
percakapan terjadi antara Jaden dan Darwin
Jaden : bisakah saya meminta bantuanmu?
Darwin : ya? apa itu
Jaden : tadi pagi saya mendapati koper ini, isinya uang, dan tertulis “gunakan untuk apapun yang anda inginkan” dan saya merasa tidak berhak, bisakah kamu membantu saya dengan ini? berikan ke panti asuhan atau pusat rehabilitasi, saya harus bekerja, sepertinya tidak ada waktu untuk itu
Darwin : hmmm… saya harus menjaga bar ini, akan saya titipkan pada Andrew besok
Jaden : trinakasih banyak (dengan senyum dan wajah cerah)
pukul 22.00 Andrew kembali melintas di depan bar milik Darwin

hari 39
pukul 08.45
Andrew kembali datang dan memesan yang biasa dia pesan, percakapanpun terjadi
Darwin : ini, gw minta tolong berikan ke panti asuhan atau pusat rehabilitasi, ini titipan dari Jaden, katanya dia sibuk kerja jadi ga sempat ngasih ini
Andrew : dari mana dia dapat uang sebanyak ini? judi?
Darwin : ntah lah, gw cuma dimintain tolong
Andrew : yasudah, sini gw ambil, sore gw kosong
pukul 09.00
Jaden datang, dan Andrew langsung pergi tanpa berbicara apapun
pukul 22.00, Andrew kembali melintas di depan bar milik Darwin

rutinitas kembali seperti di hari 32

hari 65
terjadi hal serupa dengan hari 38, hanya saja dengan nominal uang yang berjumlah 2x lipat

hari 66
terjadi hal serupa dengan hari 39, hanya saja dengan nominal uang yang berjumlah 2x lipat

hari 100
bukan hari biasa, hari ini Andrew akan pindah dari kota pantai tersebut menuju kota pegunungan, di hari itu, Darwin sebagai sahabatnya menutup toko dan membantu mengemasi barang barang, Jaden yang saat itu singgah ke tempat Darwin tidak mengetahui bahwa bar tutup dan Andrew akan pindah kota

hari 101
pukul 09.00
Jaden datang ke tempat Darwin, percakapanpun terjadi
Jaden : dimana Andrew? oh ya, saya mau menitipkan ini lagi, sepertinya ini milik Andrew, isinya surat berharga kepemilikan atas sebuah usaha mabel miliknya, tapi anehnya juga ada surat yang harus saya tandatangani sebagai tanda saya membeli perusahaan ini, seingat saya, saya tidak pernah membelinya dari Andrew, mohong dititipkan, pasti Andrew cukup kelabakan bila sadar ada asetnya yang hilang, ini perusahaan cukup besar
Darwin : ini….
Jaden : apa ini?
Darwin : baca saja, itu surat dari Andrew

isi surat

apa kabar? kalo lu udah baca surat ini, berarti gw udah merantau lagi, ha ha, Darwin cerita cukup banyak tentang lu, dan bagaimana lu berubah, gw salut, inget dulu lu pernah modalin gw uang dan ngajarin gw cara berbisnis? iya itu pas SMA, lu tau? dari sana gw bisa buka semua usaha gw, ini bayaran kecil dari gw, silahkan di selesaika ke notaris, maaf sikap gw kasar, hanya untuk memastikan lu beneran Jaden sahabat gw yang jujur semasa SMA, atau masih jadi bajingan penjual pelacur dan tukang judi, hampir setiap malem gw lewat depan rumah lu, dan disana cukup jelas hasil jerih payah lu
2 koper sebelumnya juga udah gw kasih ke panti asuhan dan panti rehabilitasi, gw salut
uang yang gw kasih lu pake di jalan yang bagus, dan lebih salut lagi, lu buang kertas itu jadi seolah olah bukan lu yang ngasih duit itu, tapi gw atau si Darwin
jangan terjebak lagi bro, kapam kapan kita touring bareng lagi kayak semasa SMA
sorry kalau bayaran gw sedikit, gw cuma mampu segitu

Jaden menitikkan air mata, lalu berteriak pada Darwin
Jaden : GOBLOK!!! kenapa lu ga kasitau gw hah?!
Darwin : apa maksudnya?
Jaden : lu ga sadar apa temen kita itu skarat? dia sakit jantung, ponakan gw itu dokternya dia, dan dia udah abis duit banyak buat biaya pengobatannya! lu tolol apa gimana ga sadar?!
Darwin hanya terdiam mendengarnya
di hari itu mereka bergegas menuju kota tempat Andrew pindah
perjalanan ditempuh cukup lama, butuh 3 hari menggunakan jalur darat untuk sampai tempat tujuan

sudah 1 minggu mereka disana
anehnya mereka tidak mendapatkan clue apapun, mereka berfikir bahwa Andrew pindah untuk mendirikan usaha baru, atau mencari rumah sakit yang lebih baik, ternyata mereka salah, setelah mendapatkan keterangan dari sepupu Jaden, jelas Andrew tidak meminta rekam medik atau berkas yang berkaitan kesehatannya
mereka hampir putus asa, hingga disore hari yang berawan gelap, mereka mendapati Mathew anak dari Andrew masuk ke dalam sebuah komplek pekuburan
ya, dihari ke 111 akhirnya mereka ber3 reuni kembali, hanya saja 2 dari 3 sahabat SMA itu kini menangis dan memeluk anak dari 1 yang sedang beristirahat

Mimpi Buruk si Ninja Hitam

menjadi rahasia umum diantara kaula muda, inilah jaman modern dimana variabel kehidupan menjadikan hidup begitu indah

tapi terkadang, ada beberapa mata yang berpaling, ada senyum yang dipaksakan, dan semua adalah tangisan

Di satu daerah di negara yang indah, cukup dikenal seorang ninja yang tangkas, memiliki kecerdasan diatas rata rata, slalu tersenyum, dan mudah bergaul, tapi watak lainnya, dia ninja yang cukup keras. Saat sedang menjadi profesional, dia tidak pandang bulu, entah teman dekatnya. ataupun orang yang tidak ia kenal, seorang ninja yang gesit yang mampu menjatuhkan lawan. Tapi tidak seorangpun paham latar belakangnya yang sesungguhnya, dia dididik dengan keras, bahkan seperti pengemis kasih sayang, tidak sedikit pukulan yang iya terima, namun semua itu hampir ia kubur dalam dalam, teman temannya hanya tau dia ninja yang senang tersenyum dan tertawa.

Satu hari, iya bertemu dengan tuan putri yang merupakan teman lamanya, menatap tuan putri itu, tuan putri tersadar dan bertanya

ada apa? apa aku terlihat aneh?

ninja menjawab

tidak, aku hanya bersyukur aku memiliki teman sepertimu

mereka pun tersenyum

Tuan putri bukan putri biasa, dia adalah anak bangsawan yang slalu dijaga ketat oleh para pengawalnya, berparas cantik dan anggun, dan memiliki sifat penyejuk seperti bidadari

Ninja hitampun jatuh hati, dikarnakan tuan putri memang putri yang cukup tidak disiplin, dia beberapa kali bertemu ninja hitam tanpa pengawalan dari pengawalnya. Semakin hari mereka semakin dekat, ninja hitampun sangat senang
hingga terjadilah percakapan yang tidak bisa dipendam lagi oleh ninja hitam
ninja hitam

tuan putri, aku mau mengungkapkan sesuatu

lalu tuan putri menjawab

ungkapkanlah

ninja menjawab

aku jatuh hati terhadapmu, maaf, aku ingin sekali melindungimu hingga akhir hayatku, terimalah rasa kasihku sebagai penjagamu

tuan putri terdiam, lalu mengalihkan pembicaraan ke hal lain, ninja hita, cukup senang dengan responnya, walawpun tidak memuaskan rasa ingin tahu si ninja hitam
hingga 1 ketika, si ninja hitam mengutarakan hal yang mengganjal itu kembali

tuan putri, maafkan daku, aku ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku

tuan putri hanya tersenyum dan mulai bersenda gurau, ninja hitam terbawa suasana, tapi tetap mempertanyakan akan hal tersebut.

Akhirnya sampai di satu waktu, tuan putri berbicara apa yang ia rasakan

ninja hitam?

ninja hitampun mendengarkan dengan baik, lalu tuan putri melanjutkannya

aku menerima tawaranmu, aku senang kamu menawarkan hal tersebut, sejujurnya aku nyaman saat berada di dekatmu

ninja hitam tersenyum penuh kebahagiaan, tp tidak untuk tuan putri, di sisi lain, dia tau keluarganya tidak memperbolehkannya menjalin kasih dengan bukan bangsawan

Hari demi hari, ninja hitam semakin terbuka terhadap tuan putri, perasaan indah dirasakan oleh ninja hitam yang benar benar menyayangi tuan putri, hingga satu waktu, tuan putri mendengar hal dari dayang dayangnya

tuan putri, maafkan aku, akulah yang meminta ninja hitam untuk berdekatan denganmu, aku cemas terhadapnya maupun terhadap tuan putri, maafkanlah hamba tuan putri

kemarahan besar dirasakan tuan putri, ntah apa yang iya rasakan, saat pertemuan selanjutnya dengan ninja hitam, dengan tegas iya mengutarakan kekecewaannya

ninja hitam hanya bisa termenung, mendengar kalimat pedih yang dilontarkan oleh pujaan hatinya, duduk dibawah langit berbintang, hatinya menangis, mendengar tuan putri tidak percaya padanya lagi, ninja hitam tau, tuan putri tidak bersalah, dan semua itu adalah kebenaran, tapi ninja hitam memiliki perasaan yang jujur untuk melindungi tuan putri, dengan atau tanpa suruhan, tuan putrilah yang ada di hatinya

Pertemuan terulang kembali, merekapun berdamai setelah ninja hitam berusaha menjelaskan, tapi tetap, tuan putri sudah kehilangan kepercayaan. Pertengkaran antara mereka tidak bisa dihindari, kondisi fisik ninja hitam memang tidak terlalu baik, dia lebih sering beristirahat di gubuk kecilnya dibanding memenuhi kewajibat dan kebutuhannya, tuan putri yang tidak mempercayai ninja hitam tetap memiliki rasa iba, dan menempuh jarak 400 kilometer untuk menemui ninja hitam. Ada rasa senang dan sedih, iya senang melihat ninja hitam seperti orang sehat, tapi sedih seperti merasa dibohongi
Apa ninja hitam berbohong?
iya, ninja hitam memang berbohong dan berusaha berdiri dihadapan tuan putri, bahkan ditengah kegelapan malam sebelum tuan putri datang, dia berkelana mencari tempat aman untuk tuan putri tinggal
Ninja hitampun mengenalkan daerahnya kepada tuan putri, diajaknya berkeliling hingga bertemu dengan teman temannya, dia mengutarakan inilah pujaan hatinya, sungguh senang ninja hitam dihari itu, dengan penuh bangga dia memperkenalkannya. Tuan putri masih termenung, apa ninja hitam tidak paham kalau dirinya tidak bisa menikah dengan bukan bangsawan?
Ninja hitam……

Relasi mereka berjalan kurang baik, tuan putri masih tetap kehilangan kepercayaan pada ninja hitam, sebaliknya, ninja hitam merasa sangat bahagia dengan kehadiran tuan putri, bahkan dia mulai melupakan fisiknya yang melemah. Ninja hitam benar benar percaya pada tuan putri

Ada 1 kebiasaan buruk yang sering dilakukan ninja hitam. Dan memang sudah menjadi bagian dari pekerjaannya, kemanapun dia pergi, dia lebih senang melewati tempat tinggi, dari pada mengikuti jalan yang ada, ninja hitam menganggap hal tersebut lebih efisien. Satu kejadian merubah segalanya

100 kilometer jauhnya ninja hitam menggendong tuan putri di punggungnya, melewati jalan yang sudah dia kenal. Dia ninja cerdas yang memperhitungkan segalanya, tapi sanga kuasa berkata lain. Ninja hitam yang terkenal cukup cerdik dalam kecepatannya harus terjatuh karna sesuatu, ninja hitam tidak bia menghindari pohon tumbang, mereka terjatuh.
Tuan putri tidak mendapatkan luka serius, hanya lecet sedikit di punggung tangan, sementara ninja hitam memiliki luka sobek di kaki bawah dan betis kanannya. Inilah kuasaNya, tuan putri memang sudah berdoa, meskipun harus terjatuh bersamanya, dia ingin ninja hitam berhenti melakukan hal seperti ini
Tuan putri merawat ninja hitam di gubuk kecil ninja hitam dengan penuh kesabaran, sementara ninja hitam akhirnya tidak bisa membendung tangisannya, dia merasa sangat bersalah telah mencelakakan tuan putri, dia berfikir dia memang pembunuh, dia menangis dihadapan tuan putri, sementara tuan putri tetap merawat ninja hitam dengan kasih. Ninja hitam pun berjanji tidak akan mengulanginya, Senyum kecil dari paras cantik tuan putripun hadir

Relasi mereka berlanjut, tapi tetap tidak harmonis, pada satu waktu ninja hitam mengirim merpati, untuk menyampaikan dia ingin kembali menjadi ninja hitam dengan beberapa alasan rinci, tuan putri marah, dia merasa semua sia sia, kecewa. Saat itu tuan putri sudah tidak mengingat lagi apa yang ninja hitam lakukan untuknya. 400 kilometer juga jarak ninja hitam ditempuh dengan usahanya sendiri, meskipun fisik sedang tidak memungkinkan, hanya untuk hadir di hari jadi tuan putri, tuan putri marah, ninja hitam hanya terdiam.
Merpati dari tuan putri bukanlah merpati membawa bunga, pesan yang tertulis disana hanyalah cacian dari tuan putri, luapan kekecewaan tuan putri terhadap ninja hitam

Ninja Hitam, kamulah pembunuhku

kalimat yang cukup nyata menggambarkan perasaan tuan putri
ninja hitam yang saat itu sedang menjalani pengobatan di kampung halamannya menunggu tuan putri, tuan putripun pulang ke kampung halamannya
mereka bertemu di titik tengah, ninja hitam berusaha meyakinkan tuan putri, perasaan padanya adalah hal nyata, meskipun sudah mendapatkan hinaan luar biasa dari tuan putri, tuan putri hanya diam, hingga akhirnya, tuan putri menjatuhkan ninja hitam di khalayak umum, disaksikan beberapa orang, ninja hitam hanya bisa terdiam menerima semua perlakuan tuan putri

kamu membunuhku

kamu hanyalah masalah buatku

aku tidak mempercayaimu

pergilah jauh, aku tidak ingin melihatmu

kamu hanyalah sampah yang ada dalam hidupku

kamu hanyalah orang munafik, dan aku tidak pernah percaya bahwa kamu pernah menyayangiku

kalimat demi kalimat terus terngiang
depresi melanda ninja hitam

apakah tuan putri benar benar berfikir demikian? iya aku memang pembunuh, aku memang hanya masalah, aku harus menjauh dari tuan putri

logika dan hati ninja hitam tidak selaras, membuatya semakin depresi
akhirnya sampai pada 1 titik, ninja hitam berbalik menyerang tuan putri dengan kalimat yang lebih pedih, tapi bukan karna ninja hitam membenci tuan putri
itu semua kalimat agar tuan putri tetap menjauhinya, walawpun tuan putri sudah meminta maaf, tapi tetaplah, ninja hitam merasakan pedih karna sampai akhirpun tuan putri tidak mempercayai bahwa ninja hitam pernah menyayanginya
larut dalam hari yang kelabu
rasa sayang sudah mendalam
hanya tersisa abu yang telah dibakar oleh tuan putri
ninja hitam bukanlah manusia tangkas lagi
ninja hitam hanya menjadi ninja ceroboh yang slalu ketakutan, menangis dalam diri, menahan semua dengan senyum canda tawa
ninja hitam tidak bisa membunuh dirinya sendiri, ninja hitampun tidak bisa melanjutkannya seperti ini
saat melihat pohon tumbang
saat melewati jalan yang sama
saat ada di tempt yang pernah di datangi berama
hampir setiap detik ninja hitam memikirkannya
1 tahun berlalu sejak kecelakaan itu
masih terngiang dan teringat jelas oleh ninja hitam bagaimana semua terjadi
semua selesai bagi tuan putri
tapi tidak, mimpi buruk ninja hitam
setiap langkah yang ia tapaki, satu hari sebelum tepat satu tahun ia terjatuh dengan tuan putri, iya terus memikirkan kalimat tuan putri, dan berakhir dengan jatuh di dekat tempat tinggalnya
hampir di srtiap tidurnya ninja hitam mendapatkan mimpi buruk tersebut
tidak ada yang berakhir bagi ninja hitam. ini hanyalah awal mula depresi yang diderita ninja hitam