Arsip Tag: analisa

ANALISA EFEK KEBIJAKAN “JAM BELI SOLAR BERSUBSIDI”

  1. ini cuma analisa saja, bukan sebuah fakta valid yg saya sajikan 😀
  2. semua hal yg saya tulis berdasarkan apa yang saya lihat dan (mungkin) beberapa saya alami sendiri, dan saya sajikan secara “Subjective”
  3. dikarnakan ini negara demokrasi, maka aturannya adalah bebas selama itu tidak melanggar UU manapun yang ada di indonesia 😀
  4. semua protes terhadap tulisan saya bisa langsung disampaikan ke saya ke nomor 085711660900
  5. have fun ^_^

Analisa Efek Kebijakan Jam Beli Solar Bersubsidi saya tegaskan sekali lagi, semua tulisan yang saya sajikan hanyalah dalam bentuk analisa saja

Sebab Kebijakan Jam Beli Solar Bersubsidi

  • Biaya produksi naik
  • Harga barang produksi meningkat
  • konsumsi solar justru semakin boros

saya akan ulas analisa diatas

para pengguna solar bersubsidi di beberapa daerah hanya diperbolehkan membeli solar bersubsidi pada pukul 08.00 hingga 18.00, sementara untuk jam kantor sendiri biasanya dimulai pagi hari jam 8 hingga jam 5 sore. bila menggunakan aturan tersebut, maka pengguna solar bersubsidi hanya bisa mengisi tangki mereka pukul 17.00-18.00 hanya ada waktu 1 jam

patut diketahui, para produsen besar atau para pemilik jasa pengiriman barang mulai menyiasati kebijakan pemeintah yang satu ini. dan hampir tanggapan dari semua responden adalah negative. jelas, karna memang mereka akan kesulitan mencaari bahan bakar “MURAH” dalam perjalanan dengan aturan baru tersebut

salah satu cara mereka menyiasatinya adalah menambahkan tangki bahan bakar mereka, salah satu sumber mengatakan, perusahaannya menambahkan tangki tambahan yang berkapasitas sekitar 100 liter. mereka juga menyiasatinya dengan langsung mengisi penuh tangki mereka

mari buka hitungannya

jika biasanya 1 truck mengisi 100 liter dari kapasitas 200 liter

maka kali ini mereka akan langsung mengisi 300 liter

lalu apa akibatnya?

  1. kemungkinan akan ada penumpukan pada beberapa stasiun pengisian bahan bakar di jam jam tertentu
  2. konsumsi bensin akan lebih boros, karna artinya truck akan mengangkut tambahan muatan, jika 1 liter solar beratnya adalah 0.85kg, maka tambahan 200 liter solar = 170kg, memang tidak banyak, tapi dalam perhitungan data, perbedaan 1 kg saja cukup berengaruh pada efisiensi kerja mesin
  3. dengan adanya penumpukan, maka akan berpotensi kemacetan yang mengakibatkan terbuangnya bensin dan naiknya biaya transportasi
  4. dengan naiknya biaya produksi, mungkin saja biaya barang produksipun akan naik

dari 4 point di atas sangat jelas, menurut analisa orangbotakplontos, kebijakan pembatasan jam beli solar bersubsidi tidak akan mampu menyelesaikan masalah, tp justru menimbulkan masalah baru dan yang saya analisa barulah sebagian, ada banyak faktor lain, selain itu para nelayan juga akan semakin sulit mendapatkan bahan bakar sekian analisa dari saya, semoga tulisan ini berguna, pada artikel kali ini memang penulis lebih berpihak pada bagian “kontra” solusi yang bisa saya manusia bodoh ini sampaikan ga perlu rempong, cukup diberikan penegasan penegasan pada setiap pembeli bensin bersubsidi, berikan list mobil yang diperbolehkan “MINUM” solar bersubsidi masa iya kita punya mentri dan para pegawainya yg digaji puluhan juta gabisa bikin list begituan? di logika aja Pajero 500jt Fortuner 500jt dan beberapa mobil pribadi lain dengan harga cukup “WAH” tidak diperbolehkan mengisi solar bersubsidi, saya yakin, bila bbm bersubsidi sudah tepat sasaran, pasti hal merepotkan seperti ini bisa dihindari dan terakhir sebuah footnote dari orang botak plontos 🙂

Berapapun gaji anda, ingat, tanpa rakyat yang dibawah, tanpa mereka yang membayar pajak, tanpa mereka yang menjadi dasar ekonomi di negara kita, saya yakin kalian hanya akan menjadi pembicara pada acara acara anak anak, jadi berhentilah TIDUR dan mulai berfikir untuk bangsa

dan untuk yang ingin memaki tulisan saya 🙂 saya percaya pada 1 kalimat yg pernah saya baca di buku psikologi teman saya

semakin banyak yg kamu ketahui, maka akan semakin banyak orang tak berilmu yang menganggapmu bodoh

sekian ^_^

Iklan

Analisa Alasan “Cara” Pacaran Anak “Jaman Sekarang”

  1. ini cuma analisa saja, bukan sebuah fakta valid yg saya sajikan 😀
  2. semua hal yg saya tulis berdasarkan apa yang saya lihat dan (mungkin) beberapa saya alami sendiri, dan saya sajikan secara “Subjective”
  3. dikarnakan ini negara demokrasi, maka aturannya adalah bebas selama itu tidak melanggar UU manapun yang ada di indonesia 😀
  4. semua protes terhadap tulisan saya bisa langsung disampaikan ke saya ke nomor 085711660900
  5. have fun ^_^

Analisa Alasan Cara Pacaran Anak Jaman Sekarang

saya tegaskan sekali lagi, semua tulisan yang saya sajikan hanyalah dalam bentuk analisa saja

Cara Pacaran Anak Jaman Sekarang

  • berhubungan intens menggunakan media maya, baik sms, atau media sosial lain
  • bersikap seolah telah saling memiliki satu sama lain
  • memanfaatkan waktu sebanyak mungkin untuk bersama pasangan
  • menempatkan hati sebagai prioritas utama
  • beberapa ada yang melakukan hubungan selayaknya suami istri (diluar nikah)
  • beberapa memiliki orientasi jauh ke arah pernikahan
  • “aku benar dan dia salah” “dia benar dan selain aku dan dia salah”

saya akan ulas analisa diatas

beberapa orang tua sudah mulai khawatir dengan apa yang anak anaknya lakukan diluar pengawasan mereka, baik dari sisi akademik, sisi keuangan, hobi, atau romansa cinta mereka. hal ini sebenarnya bukanlah hal yang berlebihan, terutama soal romansa “Cinta”

ya, cinta adalah hal indah, dan setiap orang pasti akan mengalaminya, ntah pada lawan jenis maupun pada hal lain, namun bukan berarti Cinta tidak memiliki sisi negative. di jaman serba modern ini, pastilah sudah menjadi rahasia umum kalau perjalanan cinta muda mudi sekarang bukan sekedar pernyataan “kita Pacaran”, biasanya, beberapa dr mereka melakukan hal hal layaknya suami istri lakukan, ntah itu berciuman, atau melakukan hal lain yang biasanya budaya kita katakan hanya dilakukan dengan suami/istri

mengapa bisa demikian? mengapa sangat marak terjadinya pergaulan yg sampai kearah sana?

itulah yang biasanya para orangtua khawatirkan dan pertanyakan di kepala mereka, dan mereka biasanya membandingkan dengan apa yang mereka lakukan dahulu 🙂

mari kita bandingkan

jaman dulu, mereka berhubunga (pacaran) biasanya sangat amat jarang berkomunikasi, dikarnakan biaya untuk berkomunikasi jarak jauh via phone atau hal lain masih sangat terbatas dan dengan biaya yang cukup menguras kantong, berbeda dengan sekarang, muda mudi akan sangat mudah mendapatkan akses dr ujung ke ujung dunia sekalipun

lalu apa efeknya? bukannya bagus kalau bisa demikian? kan mempererat tali silaturahmi?

ya, memang bagus, tp coba kita pikir kembali 🙂

ceritanya balik ke masalalu

A mengendarai sepeda motor lalu terjatuh (tahun jadoel)

A berpacaran dengan B

A ingin berbincang dengan B

butuh waktu lama hingga mendapatkan kesempatan berbincang dengan B

dengan keadaan sulit berkomunikasi, A akhirnya menyimpan ceritanya untuk diceritakan saat bertemu dengan B

dan saat pertemuan, A pun bercerita tentang kejadian itu kepada B

itu kalau kejadiannya di jaman doeloe

sekarang coba kita asumsikan ke keadaan di jaman skrg

A jatuh dr motor

A berpacaran dengan B

A langsung menghubungi B lewat jejaring sosial

A memiliki beberapa waktu luang untuk bertemu dengan B

A dan B pun beberapa kali ketemuan

apa bedanya dengan yg versi jadoel? monggo dicermati, yang beda adalah “topik pembicaraan”, yang jaman dulu akan sibuk berbicara pengalaman satu sama lain saat berbicara, dan akan lebih sedikit waktu kosongnya, berbeda dengan yang jaman sekarang, mereka saat bertemu akan diisi dengan bercanda tawa dan beberapa sentuhan lain untuk “ice breaking”, dan kadang, sentuhan inilah yang akan menjadi awal dr nafsu yg kemudian berujunh pada tindakan yang biasanya dilakukan oleh suami istri, ditambah lagi, dengan habisnya pembicaraan via med sos atau sms, maka akan ada perhatian khusus lain, seperti menanyakan makan, mengingatkan beribadah, dan lain sebagainya, yang justru terkadang dibumbui oleh beberapa emote emote yg mengarah ke kegiatan yang biasa dilakukan oleh suami istri, seperti emote “Kiss” atau “Hug”

sementara di jaman Doeloe, muda mudi pasti akan berfikir bbrp kali lebih banyak dr jaman sekarang

logice please…

di sms aja gw dicium gituloooch, mosok di dunia nyata dia kaga mau gw cium :v

yaps, terkadang itulah yang menjadi triger

ditambah dengan pancingan “dia adalah milikku” kata milik disana adalah kepemilikan utuh, yg biasanya disahkan dengan pernikahan, dan dengan pandangan lain “aku benar yang lain salah, ini dunia milik ber2″ saya rasa akan sulit untuk menegur mereka (bagi yang berfikir itu adalah salah”

sekian analisa dari saya, semoga tulisan ini berguna, dan tidak ada lagi yang bertanya “kok pacaran di jaman ini beda dengan di jaman doeloe”

dan terakhir

sebuah footnote dari orang botak plontos 🙂

saya tidak akan menyalahkan 1 perbuatan atau lebih yang dilakukan oleh orang lain, selama itu tidak berkaitan dengan saya, dunia adalah milik bersama, tulisan ini hanyalah analisa tanpa mengatakan, Pacaran mana yang benar, jaman doeloe atau jaman m0d3rn

dan untuk yang ingin memaki tulisan saya 🙂

saya percaya pada 1 kalimat yg pernah saya baca di buku psikologi teman saya

semakin banyak yg kamu ketahui, maka akan semakin banyak orang tak berilmu yang menganggapmu bodoh

sekian ^_^